RELUNG.ID – BPJS Kesehatan Cabang Palembang menggelar sosialisasi mengenai kepesertaan dan pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN kepada mahasiswa dan jajaran Politeknik Trans SDP Palembang, Rabu (15/1).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi tersebut serta memberikan pemahaman tentang pentingnya pembaruan data kepesertaan, termasuk golongan, tanggungan, dan perubahan fasilitas kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Edy Surlis, melalui Kepala Mutu Layanan Peserta, Sugana Pujarama, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat penting untuk memastikan peserta JKN memahami hak dan kewajiban mereka. Sugana menambahkan bahwa melalui sosialisasi ini, diharapkan peserta dapat lebih memahami cara mengupdate data kepesertaan dan memaksimalkan penggunaan Aplikasi Mobile JKN.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta JKN dapat memanfaatkan layanan kesehatan dengan baik. Melalui sosialisasi ini, kami berharap peserta dapat lebih memahami cara mengupdate data peserta dan mengoptimalkan penggunaan aplikasi,” ujar Sugana dalam kegiatan yang berlangsung di Aula KN Politeknik Trans SDP Palembang.
Dalam kegiatan ini, peserta juga diberi pemahaman tentang pentingnya administrasi kepesertaan yang akurat untuk menghindari kendala saat membutuhkan layanan kesehatan. Sugana mengungkapkan bahwa data yang tidak terupdate dengan benar dapat menyebabkan masalah dalam pelayanan kesehatan.
Aplikasi Mobile JKN sendiri memiliki berbagai fitur yang memudahkan peserta dalam mengakses layanan kesehatan. Salah satunya adalah fitur antrean online, yang memungkinkan peserta untuk mendapatkan kepastian pelayanan di fasilitas kesehatan, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut.
“Peserta cukup memilih fitur ‘pendaftaran pelayanan’ pada mobile JKN, dan mereka akan langsung terkoneksi dengan layanan antrian di fasilitas kesehatan yang mereka pilih,” tambah Sugana.
Fitur lainnya termasuk kemampuan untuk mengubah data, memeriksa iuran, mengecek lokasi fasilitas kesehatan, melakukan skrining riwayat kesehatan, dan memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.
Beberapa peserta sosialisasi, seperti Ranti, mengungkapkan pengalaman positif mereka dalam menggunakan Aplikasi Mobile JKN. “Saya selalu memanfaatkan JKN setiap kali berobat. Terakhir, saya rawat inap, dan saya menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk antrean. Pelayanan yang saya terima sangat lancar,” ujar Ranti.
Senada dengan itu, Fadia Alisah, seorang mahasiswi asal Tulungagung, Jawa Timur, juga menyatakan pengalaman baiknya. “Saya pernah menggunakan JKN untuk operasi mata ikan di kaki, dan semua biaya pengobatan ditanggung. Bukan hanya saya, orang tua saya juga memanfaatkan JKN untuk berobat,” ujarnya. Fadia merasa sosialisasi ini sangat membantu untuk lebih memahami pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN. (CKM)

