RELUNG.ID- Masyarakat Kabupaten Muara Enim mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar akibat terbatasnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menyediakan bahan bakar tersebut.
Situasi ini diperparah dengan tutupnya salah satu SPBU yang sebelumnya menjadi pemasok solar bagi warga setempat.
Salah satu warga, Syakir (30), mengaku kesulitan memperoleh solar di Muara Enim. Ia bahkan terpaksa pergi ke Kabupaten Lahat demi mendapatkan bahan bakar untuk kendaraannya.
“Di Muara Enim hanya ada dua SPBU yang menyediakan solar, yaitu di Desa Kepur dan Pulau Panggung. Tapi SPBU di Kepur sudah tutup selama dua bulan terakhir. Untuk ke Pulau Panggung juga cukup jauh dari kota Muara Enim, jadi kalau benar-benar butuh, saya terpaksa beli ke Lahat,” ujarnya, Senin (10/3).
Menurut Syakir, kelangkaan solar ini berdampak besar, terutama bagi para sopir angkutan desa yang melayani rute ke Semendo. Jika kesulitan mendapatkan bahan bakar, mereka akan kesulitan beroperasi, yang akhirnya menghambat mobilisasi masyarakat.
Sementara itu, Admin SPBU 2431388 Desa Kepur, Sudiana, menjelaskan bahwa SPBU tersebut sudah berhenti beroperasi sejak November 2024 karena kendala teknis.
“Masalahnya ada pada alat digitalisasi yang belum diganti, bukan karena alasan lain. Kami berharap SPBU bisa segera beroperasi kembali seperti biasa,” jelasnya.
Menanggapi keluhan ini, Bupati Muara Enim, Edison, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk mencari solusi atas permasalahan ini.
“Kami tidak ingin kebutuhan masyarakat terganggu, sehingga kami akan segera mengambil langkah-langkah strategis agar kelangkaan ini bisa teratasi,” tegasnya.[NVS]

