RELUNG.ID – Sebanyak 274 penggilingan padi di Sumatera Selatan siap mendukung program penyerapan gabah yang dilakukan oleh pemerintah guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian harga gabah serta memastikan kesejahteraan petani di Sumsel.
Pj Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi menegaskan, keberadaan penggilingan padi ini akan sangat membantu dalam penyerapan produksi padi dari petani.
“Kita semua di sini berupaya bersama menerapkan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Presiden dan para menteri. Kendala-kendala yang dihadapi akan kita selesaikan secara bersama, yang terpenting kita mendukung penuh program ini,” ujar Elen dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lanjutan Penyerapan Pengendalian Harga Gabah di Provinsi Sumsel, Selasa (11/2/2025) di Griya Agung.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumsel, Bambang Pramono, menyebutkan bahwa harga gabah di tingkat petani pada Januari-Februari 2025 berkisar antara Rp5.100 hingga Rp6.500 per kilogram. Dengan dukungan 274 penggilingan padi, proses penyerapan gabah diharapkan berjalan lancar dan sesuai dengan kebijakan pemerintah.
“Potensi produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) di Sumsel pada Februari-Maret 2025 diperkirakan mencapai 784.206 ton atau setara dengan 450.370 ton beras. Dengan adanya dukungan dari penggilingan padi, kita berharap semua gabah dapat terserap dengan harga yang sesuai kebijakan pemerintah,” jelasnya.
Kepala Perum Bulog Sumsel Babel, Elis Nurhayati mengatakan, pengadaan gabah dan beras dalam negeri tahun 2025 akan dilakukan dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, sementara harga beras di gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp12.000 per kilogram.
“Bulog akan melakukan pembelian GKP yang kemudian diolah menjadi beras di SPP atau melalui mitra Maklon sesuai standar yang ditetapkan. Kami juga mengharapkan para petani untuk terus meningkatkan kualitas hasil panen agar tidak ada lagi hama, jerami, atau kotoran dalam beras yang dihasilkan,” pungkasnya. (KBP)

