RELUNG.ID – Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Prabumulih menargetkan bakal membangun rumah subsidi sebanyak 3.000 unit di tahun 2025 ini.
Meski demikian, dibutuhkan dukungan dari pemerintah dan kerjasama dengan lembaga keuangan sebagi kunci utamanya.
Hal ini diungkapkan Ketua Komisariat REI Prabumulih Asrori, Rabu (23/4).
Menurut Asrori, tantangan utama dalam pembangunan rumah subsidi di Prabumulih adalah regulasi pembiayaan dari sektor perbankan. Banyak calon pembeli yang berasal dari sektor informal mengalami kesulitan memenuhi persyaratan kredit.
“Sebagian besar masyarakat kita bekerja di sektor informal, sementara banyak bank mensyaratkan status pekerja tetap. Ini menjadi hambatan yang harus kami cari solusinya,” jelasnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, REI Prabumulih menggandeng sejumlah lembaga keuangan, termasuk Bank BTN dan BTN Syariah, yang dinilai lebih fleksibel dalam menerima pengajuan kredit dari pekerja nonformal.
Sebelumnya, pada tahun 2024, target pembangunan 2.500 unit rumah subsidi belum tercapai. Realisasi hanya mencapai sekitar 1.200 unit. Namun, hingga April 2025, jumlah itu meningkat menjadi 1.700 unit.
Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril menyatakan pemerintah kota siap mempercepat proses perizinan dan memberikan kemudahan bagi investor yang berkontribusi dalam pembangunan perumahan.
“Pemerintah akan mendampingi setiap proses perizinan, tanpa mengesampingkan rencana tata ruang kota,” pungkasnya. (KPB)

