RELUNG.ID — BPBD Sumsel menyiapkan 1.000 personel untuk penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumsel.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, menyampaikan bahwa personel tersebut akan bertugas dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumsel.
“Ada sekitar 1.000 personel yang bertugas dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumsel,” ujar Iqbal pada Sabtu, 20 Juli 2024.
Selain personel, BPBD juga telah menerima lima helikopter dari BNPB. Helikopter tersebut terdiri dari empat helikopter waterbombing dan satu helikopter patroli.
“Kami telah mengajukan total delapan helikopter waterbombing dan dua helikopter patroli, dan yang sudah datang empat helikopter waterbombing dan satu helikopter patroli. Ini akan terus bertambah sesuai dengan kondisi dan situasi di lapangan,” tambahnya.
Iqbal menjelaskan bahwa ada 12 kabupaten/kota yang menjadi prioritas dalam penanggulangan Karhutla. Namun, ada empat wilayah yang menjadi prioritas utama karena luasnya lahan gambut, yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba).
“Empat daerah ini (OKI, OI, Muba, dan Banyuasin) menjadi prioritas utama karena memiliki luasan lahan gambut terbanyak di Sumsel,” jelas Iqbal.
Ia juga menekankan pentingnya mengubah mindset masyarakat serta memberikan edukasi tentang dampak pembakaran hutan dan lahan. BPBD Sumsel akan bekerja sama dengan BNPB untuk mendidik siswa melalui buku pelajaran yang sesuai dengan tingkatan umur mereka di sekolah.
“Mindset masyarakat ini ingin kita ubah agar menjadi pemikiran-pemikiran baru. Akan ada buku pelajaran yang disesuaikan dengan tingkatan umur mereka di sekolah, baik dari sekolah tingkat pertama hingga akhir. Ini lagi kita desain dan akan kita koordinasikan dengan dinas pendidikan,” tutupnya [AYK]

