RELUNG.ID – Seekor Tapir Malaya menghebohkan warga setelah muncul di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kabupaten Mesuji, Lampung. Kemunculan satwa langka yang dilindungi itu sempat viral di media sosial sebelum akhirnya berakhir tragis setelah diduga dibunuh oleh sejumlah warga.
Dalam video yang beredar, tapir bercorak hitam putih tersebut terlihat berada di kawasan Register 45, Mesuji. Hewan itu berjalan di tepi jalan raya hingga menarik perhatian pengendara dan menyebabkan arus lalu lintas sempat tersendat.
Sejumlah pengguna jalan berhenti untuk menyaksikan kemunculan satwa tersebut. Tak lama kemudian, tapir berlari menuju area perkebunan milik warga.
Warga setempat menyebut kemunculan tapir di kawasan itu merupakan kejadian pertama. Satwa tersebut diduga keluar dari habitatnya karena mencari makanan.
Salah seorang warga, Toni, mengaku terkejut melihat tapir berada di pinggir jalan. Menurutnya, satwa itu tidak menyerang ataupun mengganggu warga.
“Saya tahunya juga dadakan. Tahu-tahu tapir sudah ada di jalan raya lalu digiring agar masuk lagi ke hutan. Hewan itu tidak mengganggu warga, hanya lalu lintas sedikit tersendat karena tapir berdiri di pinggir jalan,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Namun beberapa saat kemudian, beredar video lain yang memperlihatkan tapir tersebut telah dibunuh di area perkebunan. Peristiwa itu menuai kecaman karena tapir merupakan satwa yang dilindungi oleh undang-undang.
Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus, membenarkan peristiwa kemunculan tapir di Jalan Lintas Timur Mesuji. Ia juga menyayangkan tindakan warga yang diduga membunuh satwa tersebut.
“Sesuai undang-undang, hewan tapir dilindungi negara. Apabila masyarakat melukai atau membunuhnya akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Saat ini, kepolisian tengah memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pembunuhan tapir tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menangkap, melukai, ataupun membunuh satwa liar yang dilindungi apabila kembali ditemukan di sekitar permukiman.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian satwa liar serta segera melaporkan kemunculan hewan dilindungi kepada petugas konservasi atau aparat berwenang agar dapat dievakuasi dengan aman.[YKP]

