RELUNG.ID – Google mengumumkan perubahanan nama dari Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika di Google Maps.
Perubahan nama ini setelah diperbarui secara resmi di Sistem Nama Geografis AS.
Demikian unggahan Google di Platform X, Selasa (28/1).
“Perubahan nama itu hanya akan tampak oleh pengguna Google Maps di Amerika Serikat, sementara di Meksiko namanya akan tetap menjadi Teluk Meksiko,” tulis Google.
Sebelumnya, Departemen Dalam Negeri pemerintahan Donald Trump mengatakan, bahwa mereka telah secara resmi mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika, dan puncak Alaska Denali, gunung tertinggi di Amerika Utara, menjadi Gunung McKinley.
Google Maps, yang dimiliki oleh Google Alphabet, akan melakukan perubahan serupa dengan Gunung McKinley.
Trump memerintahkan perubahan nama tersebut sebagai bagian dari serangkaian tindakan eksekutif beberapa jam setelah menjabat pada 20 Januari, untuk memenuhi janji kampanye.
“Sesuai arahan Presiden, Teluk Meksiko sekarang secara resmi akan dikenal sebagai Teluk Amerika dan puncak tertinggi di Amerika Utara akan kembali menyandang nama Gunung McKinley,” kata Departemen Dalam Negeri.
Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dalam candaannya menyatakan Amerika Utara termasuk Amerika Serikat seharusnya berganti nama menjadi Amerika Meksiko.
Karena, menurutnya nama bersejarah tersebut digunakan pada awal wilayah ini.
Untuk diketahui, Google telah menerapkan konvensi pelabelan berbasis lokal yang sama ke lokasi lain yang menjadi subjek sengketa penamaan.
Seperti di luar Jepang dan Korea Selatan, perairan yang berbatasan dengan kedua negara tersebut terdaftar sebagai Laut Jepang (Laut Timur). (AAL)

