RELUNG.ID – Aksi teror bom molotov kembali menghantui warga di Jalan Demang Lebar Daun, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Sebuah rumah milik warga bernama Indra (38) menjadi sasaran pelemparan untuk kedua kalinya, terakhir terjadi pada Selasa (24/3/2026) dini hari.
Sebelumnya, insiden serupa juga terjadi pada 1 Januari 2026. Kedua kejadian tersebut memiliki pola yang sama, yakni pelaku melemparkan benda yang diduga bom molotov ke arah rumah korban.
Indra mengaku hingga kini dirinya dan keluarga masih diliputi rasa takut akibat teror yang belum terungkap pelakunya.
“Sudah dua kali terjadi. Sampai sekarang pelaku belum tertangkap, kami jadi merasa tidak aman,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/3/2026).
Dari rekaman kamera CCTV, terlihat dua orang pelaku datang menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor. Keduanya mengenakan helm serta menutupi wajah, sehingga sulit dikenali.
Pada aksi pertama, lemparan bom molotov tidak menimbulkan kerusakan berarti. Namun, pada kejadian kedua, pelaku melemparkan bom molotov sebanyak dua hingga tiga kali, sehingga menyebabkan bagian rumah terbakar dan mengalami kerusakan.
Api juga sempat menyambar bemper mobil milik keluarga korban yang sedang terparkir di teras rumah.
“Yang kedua cukup parah. Sempat kena mobil kakak saya. Untung saat itu banyak orang di rumah, jadi api bisa cepat dipadamkan,” kata Indra.
Ia mengaku tidak mengetahui alasan rumahnya menjadi target teror. Selama ini, dirinya merasa tidak memiliki konflik dengan pihak mana pun.
Namun, karena sebagian rumahnya disewakan, ia belum dapat memastikan apakah pelaku menyasar dirinya atau penghuni lain.
Usai kejadian, korban langsung melaporkan peristiwa tersebut melalui layanan darurat 110. Petugas kepolisian kemudian datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel, I Putu Suryawan, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut, termasuk memburu pelaku dan mencari tahu motif di balik aksi teror tersebut.
Hingga kini, aparat kepolisian terus mengumpulkan bukti dan keterangan guna mengungkap kasus yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat tersebut. (FZP)

