RELUNG.ID- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan menyerahkan satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berjenis kelamin laki-laki kepada pihak keluarga, Rabu (21/1/2026) malam.
Berdasarkan pantauan di lokasi, peti jenazah yang diserahkan ditempeli kertas putih bernomor PM.62.B.02 atas nama Deden Maulana. Jenazah selanjutnya diberangkatkan menuju Jakarta Selatan.
Sekitar pukul 21.59 WITA, petugas Biddokkes Polda Sulsel terlihat mempersiapkan peti jenazah korban. Seorang perempuan yang diduga merupakan kerabat korban tampak terus menangis selama prosesi penyerahan berlangsung.
Usai penyerahan, peti jenazah langsung dinaikkan ke mobil ambulans dan dibawa menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, untuk diterbangkan ke Jakarta.
Deden Maulana merupakan korban pertama yang ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Minggu (18/1/2026) di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, dengan kedalaman sekitar 250 meter. Ia tercatat sebagai satu dari tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, mengungkapkan pihaknya sempat mengalami kesulitan dalam proses identifikasi korban pertama.
“Mudah-mudahan untuk jenazah yang kedua yang sudah kami terima, dengan metode-metode yang tadi saya jelaskan, bisa teridentifikasi. Sangat sulit memang, kami tidak membutuhkan kecepatan, tetapi ketepatan,” ujar Haris kepada wartawan, Rabu malam.
Ia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan melalui metode primer dan sekunder. Metode primer meliputi pemeriksaan sidik jari, profil gigi, dan DNA korban.
“Apabila sidik jari dan profil gigi sulit diperoleh, maka dilakukan pemeriksaan DNA. Proses inilah yang membutuhkan waktu cukup lama,” jelasnya.
Sementara itu, metode sekunder dilakukan melalui pemeriksaan rekam medis dan properti yang melekat pada korban, seperti pakaian dan aksesoris.
“Misalnya pakaian yang dikenakan, status pernikahan, penggunaan cincin kawin, dan lainnya,” tambah Haris.
Pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan jatuh pada Sabtu (17/1/2026) saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Pesawat membawa 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang, sebelum dinyatakan hilang kontak dan menabrak lereng Gunung Bulusaraung.
Hingga saat ini, tiga korban telah ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan.[YKP]

