RELUNG.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyelenggarakan kegiatan partisipatif dalam Pilkada tahun 2024 bersama sejumlah media dan organisasi wartawan yang ada di Bumi Serepat Serasan.
Kegiatan berlangsung 1-2 November 2024, dengan tema ‘Mendorong Peran Media dalam Pengawasan Pemilu Partisipatif untuk Mewujudkan Pemilihan yang Transparan dan Akuntabel pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan serta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten PALI Tahun 2024,” dan berlangsung di salah satu aula hotel di Kota Prabumulih.
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu PALI, Lestrianti, AMkeb, serta dihadiri Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan Partisipasi masyarakat dan Humas (HP2H) Fikri Ardiyansyah SH dan Koordinator Kesekretariatan Bawaslu, Adi Kurniawan SAP MSi selaku ketua pelaksana kegiatan tersebut.
Selain awak media dan organisasi wartawan, juga turut hadir Panwaslu Kecamatan yang ada di Kabupaten PALI, dan juga Kanit Sospol Satuan Intelkam Polres PALI, Ipda Ade Yus Hariansyah.
Ketua Bawaslu PALI, Lestrianti mengatakan, dirinya menggaris bawahi bahwa peran media sebagai garda depan informasi yang edukatif dan mendidik dalam mengawal proses demokrasi.
Hal tersebut mendasari dan mengajak insan pers untuk turut andil dalam menyebarluaskan berita yang objektif, mencerahkan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi dan akuntabilitas pada Pilkada 2024.
“Kami berharap rekan-rekan pers bisa memberikan pemberitaan yang baik dan berimbang selama Pilkada 2024. Tak hanya itu, kami juga sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari teman-teman media dan masyarakat, terlebih kritik yang membangun,” ungkapnya, Sabtu (2/11).
Ditambahkan Kordiv HP2H Fikri Ardiyansyah, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi media dalam pengawasan pemilu yang akan menjadi faktor kunci kesuksesan pilkada yang berintegritas.
Dia juga menekankan pentingnya peran media dalam mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan hak pilihnya dan tanggung jawab dalam proses demokrasi.
“Pentingnya peran media selain menjadi corong informasi untuk masyarakat, juga dapat menjadi “mata dan telinga” bagi Bawaslu, membantu memperluas pengawasan, dan bekerja beriringan dalam upaya menciptakan pemilu yang bersih dan berintegritas. Bawaslu membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, terutama dari media, karena kami memiliki keterbatasan personel,” ungkapnya.
Sementara, dalam laporannya, Korsek Bawaslu Adi Kurniawan memaparkan bahwa kegiatan tersebut tidak lain untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada jurnalis mengenai aturan dan prosedur pengawasan pemilu.
Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta diajak memahami peran mereka dalam memastikan bahwa proses pemilihan berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi.
“Bawaslu berharap terjalinnya sinergi yang kuat antara pengawas pemilu dan awak media. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif, dimana media menjadi komponen vital dalam memberikan kontrol sosial, menyampaikan informasi kepada publik, serta menjaga independensi dalam pemberitaan terkait proses pemilu,” pungkasnya. (eko j)

