RELUNG.ID – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan TNI Angkatan Darat (AD) telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target produksi beras nasional tahun 2026 melalui program pendampingan petani dan pengelolaan lahan pertanian di berbagai daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat memaparkan capaian program ketahanan pangan TNI di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan Panen Raya Serentak yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Menurut Agus, hingga pertengahan tahun 2026, TNI AD telah mendukung sekitar 55,24 persen dari target produksi beras nasional.
“TNI AD telah mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, selama periode Januari hingga Juni 2026, program pengelolaan lahan sawah yang melibatkan personel TNI AD bersama petani dan masyarakat berhasil mencakup areal panen seluas 6,26 juta hektare.
Dari luas lahan tersebut, produksi beras yang dihasilkan mencapai sekitar 18,2 juta ton. Capaian itu dinilai menjadi kontribusi besar terhadap upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.
Agus menegaskan, program pendampingan sektor pertanian yang dijalankan TNI tidak hanya berfokus pada produksi padi. Ketiga matra TNI juga terlibat dalam pengembangan berbagai komoditas strategis lainnya.
TNI Angkatan Udara (AU), misalnya, mendukung pengelolaan lahan tebu, sedangkan TNI Angkatan Laut (AL) berperan dalam pengembangan budidaya kedelai di sejumlah wilayah.
Menurut Agus, sinergi ketiga matra tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan dan menjaga ketersediaan cadangan pangan nasional.
Ia berharap kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat terus diperkuat sehingga target swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan. (vid)

