RELUNG.ID– Kemacetan panjang yang melumpuhkan arus lalu lintas di ruas Betung–Palembang selama dua hari terakhir direspons dengan pembukaan akses Tol Pulau Rimau secara situasional mulai Rabu (5/8) sore. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi antrean kendaraan yang mengular hingga puluhan kilometer.
Kepala Bagian Operasional (KBO) Satlantas Polres Banyuasin Iptu Eko Susilo mengatakan, akses tol hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang melaju dari arah Betung menuju Palembang.
“Ya, Tol Simpang Pulau Rimau dibuka. Tapi hanya satu arah dari Betung menuju Palembang,” kata Eko, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, kendaraan dari arah Betung dapat melintasi Tol Pulau Rimau dan keluar melalui Gerbang Tol Karang Anyar atau Tol Musi Landas untuk menghindari kepadatan di jalur nasional.
Meski demikian, Eko menegaskan pembukaan akses tersebut bersifat sementara. Tol hanya dibuka ketika terjadi kepadatan lalu lintas yang tinggi dan akan kembali ditutup setelah kondisi arus kendaraan di ruas Betung–Palembang berangsur normal.
“Pembukaan tol ini situasional. Kalau arus sudah kembali normal, akses akan ditutup lagi,” ujarnya.
Kemacetan panjang di ruas Betung–Palembang dipicu penyempitan badan jalan akibat pekerjaan pengecoran di kawasan Kilometer 17 yang hingga kini masih berlangsung. Kondisi itu menyebabkan kendaraan dari kedua arah harus bergantian melintas sehingga antrean mengular, terutama didominasi truk angkutan barang.
Untuk mengurai kepadatan, Satlantas Polres Banyuasin menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan guna mengatur arus lalu lintas.
Selain itu, polisi mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap mematuhi arahan petugas dan tidak melawan arus karena tindakan tersebut justru berpotensi memperparah kemacetan.
“Anggota kami terus disiagakan, terutama di titik-titik persimpangan untuk mengatur lalu lintas,” kata Eko.[RDK]

