RELUNG.ID- Perjalanan Yana Mulyana (51) bersama keluarganya menuju Bekasi berubah menjadi tragedi yang menyayat hati.
Warga Desa Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, ini menjadi salah satu dari delapan korban jiwa dalam kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi, Selasa malam (4/2/2025).
Istri almarhum, Sugiarti (48) yang selamat dari insiden tersebut, dengan air mata mengisahkan detik-detik terakhir bersama suaminya.
“Kami waktu itu sedang di mobil, perjalanan menuju Bekasi. Kartu e-Tol kami tidak terbaca di gerbang otomatis. Suami saya keluar untuk bertanya kepada petugas,” katanya, Rabu (5/2/2025).
Menurutnya, Yana sempat diminta petugas untuk meminjam kartu e-Tol dari pengendara di belakang mereka. Dengan penuh tanggung jawab, Yana pun turun dari mobil untuk mencari bantuan. Namun, siapa sangka langkah itu menjadi akhir dari hidupnya.
“Tiba-tiba, truk besar menghantam dari belakang. Saya di dalam mobil dengan anak-anak, tidak tahu apa yang terjadi. Semuanya terjadi begitu cepat, tanpa ada tanda-tanda,” ungkap Sugiarti.
Sugiarti menggambarkan suasana penuh kekacauan setelah tabrakan terjadi. Beberapa kendaraan saling bertumpuk, sementara api mulai berkobar di salah satu mobil yang terlibat.
“Saya sadar-sadar itu sudah kebakaran di pinggir. Saya tidak ingat bagaimana bisa keluar. Kepala saya sakit, tangan juga lecet. Anak saya yang masih kecil juga terluka,” ujarnya sambil terisak.
Anak mereka yang baru berusia 3,5 tahun menjadi salah satu korban luka. Kini, Sugiarti dan anaknya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Kabupaten Bogor.
Namun, kesedihan mendalam harus ia terima. Yana Mulyana, sosok yang dikenal sebagai suami dan ayah penuh kasih, tidak selamat dalam kecelakaan ini. “Suami saya keluar di sebelah kanan. Mungkin kena benturan dari mobil. Sekarang sudah enggak ada, meninggal,” kata Sugiarti dengan suara bergetar.
Kecelakaan maut itu terjadi di Gerbang Tol Ciawi 2, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Sebuah truk besar yang kehilangan kendali menghantam kendaraan-kendaraan yang sedang mengantre di gerbang tol.
Sebanyak 19 orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Delapan orang tewas, termasuk Yana Mulyana, sementara 11 lainnya menderita luka-luka.
“Ini adalah tragedi besar. Kami masih menyelidiki penyebab utama kecelakaan, termasuk kemungkinan kegagalan rem pada truk yang terlibat,” ujar salah satu petugas kepolisian yang menangani kasus ini.
Bagi Sugiarti, Yana bukan hanya suami, tetapi juga pilar keluarga yang tak tergantikan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi warga Desa Selabatu yang kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Kini, Sugiarti hanya berharap bisa pulih bersama anaknya dan melanjutkan hidup meskipun tanpa kehadiran sosok yang selama ini menjadi tumpuan keluarganya. “Dia orang baik. Saya masih tidak percaya ini terjadi,” ujarnya sambil menahan air mata. [AYK]

