RELUNG.ID – Nasib tragis menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Palembang, Sumatera Selatan. M Erlangga (28) ditemukan meninggal dunia di Kamboja setelah diduga terjatuh dari sebuah gedung yang disebut-sebut sebagai lokasi tempatnya bekerja.
Peristiwa tersebut terjadi pada 17 Februari 2026. Namun hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui secara jelas karena minimnya informasi yang diperoleh dari pihak setempat.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sumatera Selatan, Waydinsyah, mengatakan korban dilaporkan mengalami pendarahan hebat di bagian kepala saat ditemukan.
“Korban diduga terjatuh dari atas gedung. Namun kami belum bisa memastikan apakah ini kecelakaan kerja atau ada penyebab lain. Korban meninggal dunia saat proses evakuasi menuju rumah sakit,” ujar Waydinsyah, Jumat (6/3/2026).
Jenazah korban telah dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Palembang pada Rabu (4/3). Untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan autopsi.
Menurut Waydinsyah, hingga saat ini pihak perwakilan Indonesia di Kamboja juga mengalami kesulitan memperoleh keterangan detail mengenai insiden tersebut. Informasi dari pihak setempat masih sangat terbatas.
“Saat kami meminta penjelasan, mereka menyampaikan agar menunggu hingga jenazah tiba di Palembang. Dokumen dan hasil pemeriksaan dari Kamboja juga akan dikirimkan kemudian,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Selatan, Indra Bangsawan, menyebut korban diketahui sudah dua kali berangkat ke Kamboja untuk bekerja.
Padahal, pemerintah Indonesia hingga saat ini belum membuka kerja sama resmi penempatan PMI di negara tersebut. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak jelas.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming gaji tinggi tanpa informasi pekerjaan yang jelas. Sebaiknya calon pekerja memastikan terlebih dahulu melalui Disnaker atau BP3MI,” ujar Indra.[THQ]

