RELUNG.ID – Truk listrik Fuso eCanter akhirnya resmi beroperasi di Indonesia dengan konsumen pertamanya, Yusen Logistics Indonesia. Perusahaan logistik ini menggunakan truk ramah lingkungan tersebut untuk armada distribusi antar kota, sebagai bagian dari komitmen menuju logistik berkelanjutan.
Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Daisuke Okamoto, menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan di sektor logistik Indonesia.
“Ini membuktikan bahwa penerapan green logistic dapat diimplementasikan di Indonesia,” ungkapnya di kantor Yusen Logistics Indonesia di Soewarna Business Park, Tangerang
Sebelumnya, Yusen Logistics Indonesia telah berpartisipasi dalam program proof of concept (PoC) Fuso eCanter generasi pertama. Kini, perusahaan memilih untuk memperluas armadanya dengan truk listrik ini sebagai bagian dari target global netralitas karbon pada 2050.
Deputy Director PT Yusen Logistics Indonesia, Wemby Wisnu Aji, menjelaskan bahwa perusahaan menargetkan penyediaan layanan zero emission lebih cepat dari rencana awal.
“Kami menargetkan pada 2030, namun kami mulai lebih cepat di 2024, agar dapat menyediakan layanan nol emisi kepada pelanggan,” jelasnya.
Fuso eCanter digunakan Yusen Logistics Indonesia untuk distribusi di area Jakarta hingga Cikarang dan Karawang, Jawa Barat. Untuk mendukung operasional ini, Yusen telah menyediakan fasilitas pengisian daya cepat di Cengkareng dan Cibitung, memungkinkan pengisian daya langsung selama perjalanan distribusi.
“Pada pagi hari, kami antar barang impor ke kawasan industri di Cibitung, lalu bisa mengisi daya di sana sebelum kembali mengambil barang ekspor untuk dikirim ke Cengkareng,” tambahnya.
Truk Fuso eCanter generasi kedua ini hadir dengan sejumlah peningkatan, termasuk teknologi eAxle yang menghilangkan propeler shaft, menawarkan biaya perawatan lebih rendah, kemudahan servis, dan akselerasi yang lebih halus. Truk ini dilengkapi baterai 83 kWh yang memungkinkan jarak tempuh hingga 140 kilometer dengan bobot kendaraan penuh mencapai 6 ton. [TRA]

