RELUNG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan bukit di wilayah Kelurahan Marga Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan tadi malam pada Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.
Bukit tersebut diketahui bersebelahan dengan Bukit Cogong yang masuk wilayah Kabupaten Musi Rawas di Kelurahan Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas. Dimana secara bersamaan, terjadi juga karhutla di puncak bukit tersebut tadi malam.
Proses pemadaman api yang cukup besar di lokasi bukit wilayah Marga Bakti menerjunkan personel gabungan dari TNI, Polri dan Pemadam Kebakaran (Damkar).
Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat yang disapa Yopi Karim menjelaskan kebakaran diduga kebun yang terjadi di kawasan bukit di daerah Marga Bakti kini tengah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian. Sebab menurutnya, setiap kejadian kebakaran, maka yang punya lahan langsung di interograsi dan di buat BAP.
“Apakah memang ini kesengajaan ataupun kelalaian, masih dicari tahu dulu. Apakah api dari sebelahnya, karena semalam juga Bukit Cogong kebakaran,” kata Yopi pada Senin, (7/9/2026).
Pihaknya akan melakukan penindakan terhadap pelaku karhutla apabila terbukti. Penindakan tersebut dilakukan sesuai dengan Inpres Nomor 11 tahun 2026 dari Presiden. Bahwa untuk pengawasan dan melakukan pelanggaran terhadap pembakaran hutan dan lahan akan dipidana.
“Makanya kita lihat, apakah memang ini lahan kosong, artinya sengaja dilakukan pembakaran. Tapi kalaupun itu kebun ada isi, artinya kita tidak tahu penyebabnya,” ujar Yopi.
“Secara logika kan tidak mungkin kebun mereka sendiri mereka bakar dan kalaupun memang lahan kosong untuk pembukaan kebun,” timpalnya.
Yopi mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak memproses sampah dengan cara dibakar agar tidak terjadi kebakaran yang lebih luas.
“Karena memang kondisi cuaca sangat ekstrim untuk saat ini, fenomen el Nino,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga dalam waktu dekat akan melaunching aplikasi Pantau Juara. Melalui aplikasi ini dapat melihat titik-titik api dan juga kondisi cuaca apakah sehat atau tidak.
“Kalaupun memang ada titik api, kita bisa langsung menghubungi pos-pos terdekat seperti Polsek dan lain sebagainya,” pungkasnya. (NSR)

