RELUNG.ID – Video yang memperlihatkan kondisi pembangunan Jembatan Dusun II, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, viral di media sosial.
Video tersebut diunggah akun TikTok Kabar Lahat Rabu (2/9/2026) dan menampilkan sejumlah bagian konstruksi jembatan yang menjadi sorotan.
Dalam narasi video disebutkan, pembangunan jembatan tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan. Terlihat pada bagian tertentu jembatan, tanggul dibuat menggunakan karung yang diduga berisi pasir. Sementara karung tersebut ditahan dengan menggunakan beberapa kayu.
Selain itu, sejumlah karung yang diduga berisi pasir juga tampak ditumpuk pada bagian bawah jembatan dan digunakan sebagai penopang.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, terlebih proyek pembangunan jembatan tersebut menggunakan anggaran yang cukup besar.
Berdasarkan data pengadaan yang ditelusuri, proyek tersebut bernama Rekonstruksi Jembatan Dusun II Desa Sukoharjo Kecamatan Kikim Timur.
Proyek tersebut memiliki kode lelang 10074278000 dan berada di Unit LPSE Kabupaten Lahat dengan satuan kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Pekerjaan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Lahat tahun anggaran 2025, dengan pagu mencapai Rp1.499.984.397. Sementara nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp1.499.999.998.
Dalam data pengadaan, proyek itu masuk kategori pekerjaan konstruksi dengan lokasi pekerjaan di Kabupaten Lahat. Tahapan tender tercatat telah selesai, dengan periode pekerjaan yang tercantum mulai 26 Agustus 2025 hingga 16 September 2025.
Viralnya video tersebut turut mendapat perhatian dari aktivis antikorupsi.
Deputi Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (K-MAKI) Sumatera Selatan, Feri Kurniawan, mengatakan kondisi pembangunan yang terlihat dalam video perlu menjadi perhatian karena menyangkut pekerjaan yang menggunakan anggaran negara.
Menurut Feri, kondisi di lapangan semestinya dibandingkan dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis pekerjaan.
Apabila terdapat perbedaan antara pelaksanaan di lapangan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam kontrak, hal tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Kalau memang video dibuat setelah proses konstruksi selesai dikerjakan, tentunya ini harus jadi perhatian. Harus ada pemeriksaan ulang apakah sesuai spesifikasi atau tidak,” ungkapnya.
Feri juga menyoroti penggunaan karung yang diduga berisi pasir serta kayu sebagai penyangga sebagaimana terlihat dalam video.
Menurutnya, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah material tersebut merupakan bagian dari metode pekerjaan sementara atau justru digunakan sebagai bagian dari konstruksi.
“Apakah memang ada karung seperti itu. Ini yang jadi pertanyaan,” katanya.
Ia menilai pemeriksaan terhadap pekerjaan tersebut penting dilakukan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, terutama terkait keamanan dan ketahanan jembatan.
Terpisah, Ketua DPRD Lahat Fitrizal mengaku telah mendapatkan informasi mengenai kondisi pembangunan jembatan yang viral tersebut.
Namun, Fitrizal mengatakan dirinya belum menerima data secara detail mengenai proyek maupun kondisi pekerjaan yang menjadi sorotan.
“Informasinya sudah ada, hanya saja kami belum mendapatkan data detailnya,” kata Fitrizal.
Menurutnya, informasi tersebut akan menjadi perhatian DPRD Lahat untuk ditindaklanjuti. “Ini akan menjadi atensi DPRD,” ujarnya.
DPRD Lahat, kata Fitrizal, akan melihat lebih lanjut informasi maupun data terkait proyek tersebut sehingga dapat diketahui kondisi sebenarnya di lapangan.
Sementara itu, hingga berita ini dibuat, belum diperoleh penjelasan dari pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait mengenai kondisi yang ditampilkan dalam video. (KPB)

