RELUNG.ID – Kualitas udara Kota Palembang kembali memburuk. Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat konsentrasi partikulat PM2.5 melonjak hingga 212 µg/m³ pada Minggu (23/8/2026).
Angka tersebut menempatkan kualitas udara Palembang dalam kategori “Sangat Tidak Sehat” berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup.
Data dari Stasiun Simpang Icon City, Kecamatan Bukit Kecil, menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 212 µg/m³ pada pukul 10.00 WIB. Angka ini meningkat dibandingkan pengukuran sebelumnya yang masih berada di bawah 200 µg/m³.
Sementara konsentrasi PM10 tercatat 28 µg/m³. Parameter pencemar lainnya seperti sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), ozon (O3), dan nitrogen dioksida (NO2) masih berada dalam kategori sehat.
Kepala DLH Kota Palembang Akhmad Mustain mengatakan memburuknya kualitas udara terutama dipengaruhi peningkatan konsentrasi partikulat akibat asap karhutla di wilayah sekitar Palembang.
“Hari ini ISPU Kota Palembang masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut terutama diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar Kota Palembang, yang menghasilkan asap dan meningkatkan konsentrasi partikulat, terutama PM2.5 dan PM10,” kata Akhmad, Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan Permen LHK Nomor P.14 Tahun 2020, ISPU 0-50 masuk kategori baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan di atas 300 masuk kategori berbahaya. (DSK)

