RELUNG.ID- Kantor Bupati Pandeglang kini memiliki pintu berlapis besi sebagai langkah pengamanan tambahan setelah serangkaian aksi demonstrasi yang kerap terjadi di lokasi tersebut.
Pintu baru ini menggantikan pintu kaca transparan yang sebelumnya menjadi akses utama. Berwarna hitam pekat dengan desain berdaun ganda, pintu berukuran lebih dari dua meter dan tebal sekitar 4 sentimeter itu tampak kontras dengan pilar marmer besar penyangga bangunan.
Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Pandeglang, Doni Hermawan, membenarkan bahwa pemasangan pintu besi dilakukan untuk memperkuat keamanan.
“Ya, ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, takut ada pencurian atau apapun. Jadi kita men-double pintu di depan Setda, sehingga pengamanan bisa lebih terjamin,” kata Doni, Jumat (12/9/2025).
Doni menjelaskan, keputusan tersebut tidak lepas dari maraknya aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Pandeglang. Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa sebelumnya sering menggelar demo menolak kerja sama pengolahan sampah antara Pemkab Pandeglang dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
“Intinya bukan berarti kita menyalahkan siapapun, tetapi kita ingin mengamankan aset yang ada di dalam sini. Karena ini adalah fasilitas pemerintah yang harus kita jaga,” ujarnya.
Kontrak kerja sama pengolahan sampah itu kini sudah dibatalkan. Meski terlihat kokoh, Doni mengingatkan pintu besi bukan berarti tak bisa dibobol.
“Kalau dipaksa jebol ya tetap bisa. Tapi paling tidak, kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti pencurian, itu jadi lebih sulit. Minimal ada penghalang lebih dulu,” tambahnya.
Pintu besi sudah terpasang sejak sepekan lalu. Saat ini baru satu titik yang dipasangi, namun rencananya akan ada tambahan dua titik lagi di kantor tersebut.[YKP]

