RELUNG.ID- Pengacara Ridwan Kamil membantah sejumlah isu yang berkembang di publik terkait kliennya, termasuk kabar liburan ke Eropa bersama Sanny Aura Syahrani alias Aura Kasih serta pemberian vespa kuning.
Bantahan itu disampaikan usai putusan cerai Ridwan Kamil dengan Atalia Praratya.
Pengacara Ridwan Kamil, Wenda Aluwi, menegaskan isu liburan ke Eropa bersama Aura Kasih beberapa tahun lalu tidak benar.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Pengadilan Agama (PA) Bandung memutus perkara perceraian Ridwan Kamil dan Atalia Praratya pada Rabu (7/1/2026).
“Isu tersebut bohong,” kata Wenda Aluwi saat memberikan keterangan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, dikutip dari detikHot.
Wenda menjelaskan perkara perceraian dengan nomor 6572/Pdt.G/2025/PA.Bandung telah diputus dan diumumkan melalui situs resmi PA Bandung sekitar pukul 15.00 WIB.
“Putusan tersebut menyatakan bahwa perkawinan antara Ibu Atalia dengan Bapak Ridwan Kamil putus karena perceraian dan menjatuhkan talak satu bain sughra,” jelasnya.
Selain isu liburan, pengacara Ridwan Kamil lainnya, Oya Abdul Malik, juga membantah kabar bahwa kliennya pernah memberikan hadiah vespa kuning kepada Aura Kasih.
“Saya juga baru tahu dari rekan wartawan soal vespa-vespa dan jalan-jalan ke Eropa,” ujar Oya.
Ia menilai isu-isu yang berkembang di media sosial kerap dibesar-besarkan oleh warganet. Menurutnya, narasi tersebut seharusnya sudah berhenti seiring dengan selesainya proses hukum perceraian.
“Saya rasa narasi-narasi itu sudah selesai karena penyelesaiannya sudah ketok hari ini. Jadi saya harap tidak ada lagi narasi yang merugikan baik pihak Pak RK maupun Ibu Atalia,” tuturnya.
Oya juga menyinggung isu perselingkuhan Ridwan Kamil dengan sejumlah perempuan yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial, seperti Aura Kasih, Lisa Mariana, hingga Safa Marwah. Namun, ia menyebut kliennya belum akan memberikan keterangan lebih lanjut.
“Belum ada keterangan itu. Kalaupun ada pernyataan, tetap saja masih digoreng-goreng. Contohnya, beliau sudah memberikan pernyataan di Instagram berupa permintaan maaf, tetapi masih tetap ramai juga,” pungkas Oya.[YKP]

