RELUNG.ID– Setelah viral dan menuai kritik tajam di media sosial terkait kebersihan penyajian, salah satu pedagang Pempek Tumpah di kawasan Pasar 16 Ilir, Palembang, mulai melakukan pembenahan dengan memasang etalase berbahan kaca akrilik transparan sebagai penutup makanan.
Perubahan tersebut terlihat dalam video yang diunggah akun TikTok @pempektumpahyudi, yang memperlihatkan tampilan terbaru lapak pempek seharga Rp1.000 per buah itu. Etalase akrilik dipasang untuk melindungi dagangan dari debu dan lalat, sekaligus meningkatkan higienitas penyajian.
Pemilik lapak, Yudi, menegaskan dirinya tidak pernah menolak kritik dari masyarakat. Namun, ia berharap publik juga memahami bahwa perubahan membutuhkan waktu dan biaya.
“Sudah dibelikan etalase kayak ini sekarang lihatlah. Carilah kritik lain. Kamu kan netizen haus validasi, sudah diterima saran dan kritiknya nanti kamu cari kritik lain,” ujar Yudi dalam video yang dikutip, Rabu (5/8/2026).
Ia mengaku membeli etalase akrilik tersebut secara kredit sebagai bentuk keseriusan memperbaiki kualitas penyajian dagangannya.
“Pempek ini harus dibuat dulu, enggak bisa langsung jadi. Jadi kalau kamu semua bilang anti kritik itu salah. Aku cuma minta sabar, semua kerjaan itu butuh proses,” katanya.
Yudi juga menunjukkan bahwa lapaknya kini menjadi salah satu yang berbeda di deretan pedagang Pempek Tumpah di Pasar 16 Ilir karena telah menggunakan etalase penutup.
“Lihat, beda sendiri kan dari sekian banyak pempek tumpah. Saya sampai ngekredit untuk kaca akrilik ini. Senang kan hati kamu diturutin,” ucapnya.
Langkah pembenahan tersebut mendapat respons positif dari banyak warganet. Mereka menilai pedagang telah menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dan berupaya meningkatkan standar kebersihan tanpa menghilangkan ciri khas kuliner rakyat yang telah lama dikenal di Palembang.
Sejumlah komentar yang muncul di media sosial antara lain memuji keputusan memasang etalase penutup dan berharap para pedagang lainnya mengikuti langkah serupa.
Perubahan ini merupakan tindak lanjut dari polemik yang sempat viral di platform Threads. Saat itu, seorang pengguna media sosial mengkritik kondisi Pempek Tumpah Pasar 16 Ilir dan mengimbau agar kuliner tersebut tidak dipromosikan kepada wisatawan karena dinilai kurang higienis.
Kritik tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan luas. Warganet menyoroti kebersihan penyajian, aroma pempek yang dinilai kurang segar, hingga kualitas adonan yang disebut tidak selalu matang sempurna.
Dampaknya, aktivitas jual beli para pedagang sempat menurun drastis. Bahkan, sebagian pedagang memilih tidak berjualan sementara waktu karena sepinya pembeli.
Kini, dengan adanya upaya perbaikan melalui pemasangan etalase akrilik, para pedagang berharap kepercayaan masyarakat kembali pulih sehingga wisatawan maupun warga lokal tidak lagi ragu menikmati Pempek Tumpah, salah satu jajanan khas yang telah lama menjadi ikon kuliner di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang.[YKP]

