RELUNG.ID – Universitas Terbuka (UT) Palembang kembali menggelar Wisuda Daerah Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Semester Ganjil, Rabu (24/9/2025).
Acara yang berlangsung khidmat ini diikuti sekitar 850 wisudawan dari total 1.500 lulusan yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.
Kepala Sekolah Pascasarjana UT, Prof Dr Maman Rumanta menegaskan, bahwa wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan penghargaan atas perjuangan panjang para mahasiswa.
“Gelar sarjana adalah simbol dari perjuangan yang tidak mudah. Tidak semua berjalan mulus, banyak yang tertatih bahkan berhenti di tengah jalan. Tapi kalian yang duduk di ruangan ini adalah para pejuang sejati,” katanya.
Saat ini, jumlah mahasiswa UT Palembang mencapai 41.400 orang, menjadikannya kampus UT dengan mahasiswa terbanyak ketiga secara nasional setelah Jakarta dan Bandung.
Prof Maman menjelaskan UT terus berbenah dengan menerapkan Digital Learning Ecosystem sebagai bagian dari status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Sejalan dengan perkembangan teknologi, UT Palembang juga mulai mengintegrasikan robotik dan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.
“Tutor UT sudah mulai didampingi AI untuk membantu mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif. Kami ingin lulusan UT menjadi pribadi mandiri, ulet, tidak plagiat, dan menjunjung tinggi integritas akademik,” tegasnya.
UT Palembang saat ini memiliki 9 program studi pascasarjana, dengan 6 di antaranya telah meraih akreditasi Unggul dan 1 program lainnya sedang menuju status serupa.
Hal ini, menurut Prof Maman, menunjukkan peningkatan kualitas akademik UT yang semakin dipercaya masyarakat.
Direktur UT Palembang, Drs. Muhammad Tair Abunaim, M.M., menambahkan bahwa keberhasilan UT adalah hasil kerja keras seluruh elemen universitas dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang fleksibel, berkualitas, dan terjangkau.
“Tahun 2025 UT genap berusia 40 tahun. Selama empat dekade, UT menjadi pelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia, menjangkau hingga pelosok dan wilayah perbatasan,” ujarnya.
Ia menegaskan, dengan biaya pendaftaran Rp100 ribu dan SPP mulai Rp1,3 juta per semester, masyarakat Sumsel tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi meski sibuk dengan aktivitas sehari-hari.
Apresiasi juga datang dari Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, yang hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir, tapi awal langkah baru.
UT telah membuka akses pendidikan tinggi bagi siapa pun, di mana pun, tanpa batas usia. Ini adalah perjuangan besar dalam meningkatkan kualitas SDM Sumsel.
“Kami harap lulusan UT tidak hanya sukses secara akademis, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (LWM)

