RELUNG.ID – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 mencapai USD 437,9 miliar atau setara Rp7.505,6 triliun. Angka ini tumbuh 2,5 persen secara tahunan year-on-year (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Januari yang sebesar 1,7 persen.
Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, menyampaikan bahwa kenaikan tersebut terutama dipicu oleh peningkatan utang sektor publik, khususnya dari bank sentral.
“Peningkatan ULN didorong oleh sektor publik, terutama Bank Indonesia, seiring masuknya aliran modal asing ke instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI),” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sementara itu, utang luar negeri pemerintah tercatat sebesar USD 215,9 miliar atau tumbuh 5,5 persen (yoy). Meski masih meningkat, laju pertumbuhannya sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya.
Mayoritas utang pemerintah didominasi oleh tenor jangka panjang dengan porsi hampir menyentuh 100 persen. Penggunaannya diarahkan untuk mendukung sejumlah sektor strategis, mulai dari layanan kesehatan, administrasi pemerintahan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur seperti konstruksi dan transportasi.
Di sisi lain, ULN swasta justru mengalami penurunan. Per Februari 2026, nilainya tercatat USD 193,7 miliar atau menyusut 0,7 persen secara tahunan. Penurunan ini terjadi baik pada lembaga keuangan maupun perusahaan non-keuangan.
Meski demikian, struktur ULN nasional dinilai tetap sehat. Hal ini tercermin dari rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di level 29,8 persen serta dominasi utang jangka panjang yang mencapai 84,9 persen dari total keseluruhan.
BI memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk memantau perkembangan utang luar negeri. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan ULN tetap produktif dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
“Pengelolaan ULN dilakukan secara hati-hati agar tetap aman dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Anton.[THQ]

