RELUNG.ID– Kasus yang menyeret nama food vlogger asal Korea Selatan, Kelly Korea, kembali menjadi sorotan publik setelah video lama yang direkam pada 2024 kembali viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Kelly yang sedang membuat konten kuliner di Indonesia diduga menjadi korban pelecehan seksual verbal dan fisik oleh seorang pria yang belakangan diketahui bernama Eko Minsya.
Rekaman itu memperlihatkan Kelly sedang menikmati makanan sambil merekam video. Di belakangnya tampak seorang pria yang diduga mencium area ketiak Kelly tanpa persetujuannya. Potongan video tersebut kembali ramai dibagikan warganet dan memicu kecaman luas di media sosial.
Menanggapi viralnya kembali video tersebut, Eko Minsya menyampaikan klarifikasi melalui akun Threads pribadinya. Ia mengakui pria dalam video itu adalah dirinya dan menyatakan peristiwa tersebut terjadi pada 2024.
“Sebelumnya, saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di Threads belakangan ini,” tulis Eko.
Ia mengungkapkan telah menyampaikan permintaan maaf kepada Kelly pada 2024 melalui akun media sosialnya, serta berkomunikasi langsung melalui pesan pribadi sebagai bagian dari penyelesaian persoalan saat itu.
“Peristiwa dalam video itu merupakan kejadian yang terjadi pada tahun 2024 dan melibatkan Kelly. Saya sepenuhnya menyadari bahwa rekam jejak digital tidak akan hilang dan saya tidak bisa menghapus apa yang telah terjadi,” ujarnya.
Eko mengatakan video tersebut kembali beredar setelah diunggah melalui sebuah utas yang, menurutnya, dibuat oleh mantan pasangannya. Meski demikian, ia menegaskan tidak bermaksud menghindari tanggung jawab atas perbuatannya.
“Oleh karena itu, saya kembali menyampaikan permohonan maaf kepada Kelly dan kepada seluruh pihak yang merasa kecewa atau terganggu akibat kejadian ini. Saya tidak bermaksud menghindari tanggung jawab ataupun mencari pembenaran,” tulisnya.
Ia juga menyatakan menerima kritik dari masyarakat dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri.
“Saya menerima bahwa apa yang pernah saya lakukan menjadi bagian dari rekam jejak saya, dan saya menjadikannya sebagai pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” lanjutnya.
Di tengah ramainya perbincangan, manajemen restoran MakanQ turut mengeluarkan pernyataan resmi terkait status Eko Minsya. Pihak restoran menyatakan Eko tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan.
“Menanggapi isu dan situasi yang tengah berkembang, kami dari manajemen MakanQ ingin menyampaikan informasi bahwa mulai hari ini, saudara Eko Minsya sudah tidak lagi menjadi bagian dari MakanQ,” demikian pernyataan manajemen.
MakanQ juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pihak dan pelanggan setia atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Situasi ini menjadi evaluasi besar bagi kami untuk terus berbenah dan menjaga nilai-nilai yang kami yakini,” tulis manajemen.
Hingga saat ini belum ada informasi mengenai adanya proses hukum terkait peristiwa tersebut. Dugaan tindakan dalam video itu masih menjadi perhatian publik, sementara berbagai pihak mengimbau masyarakat untuk menghormati proses klarifikasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.[YKP]

