RELUNG.ID- Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, kembali menjadi sorotan publik setelah isu permintaan “merepotkan” saat kunjungan kerja viral di media sosial.
Beredar kabar bahwa Menpar Widiyanti meminta air galon bukan untuk diminum, melainkan untuk mandi, saat kunjungannya ke Labuan Bajo. Isu ini pertama kali dibongkar akun @makassar.info dan diperkuat pernyataan seseorang yang mengaku sebagai pegawai Kemenpar.
Publik membandingkan gaya hidup Menpar Widiyanti dengan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang dikenal sederhana namun fasih berbahasa Inggris. Hingga kini, Kementerian Pariwisata belum memberikan klarifikasi resmi terkait isu ini.
Kontroversi ini bukan yang pertama bagi Widiyanti. Sebelumnya, ia sempat mendapat kritikan atas kemampuan bahasa Inggrisnya saat berpidato di forum internasional The Economic Insights 2025. Meski menuai kritik, Presiden Prabowo Subianto tetap mempertahankannya sebagai Menpar sejak dilantik pada 21 Oktober 2024.
Widiyanti tercatat sebagai menteri terkaya di kabinet Prabowo, dengan harta lebih dari Rp 5,4 triliun berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 9 Desember 2024. Jumlah ini melampaui kekayaan Presiden Prabowo yang Rp 2 triliun.
Widiyanti lahir di Singapura pada 8 Desember 1970, putri konglomerat Wiwoho Basuki Tjokronegoro, pendiri Grup Teladan Resources. Suaminya, Wisnu Wardhana, adalah pengusaha papan atas sekaligus mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo–Gibran.
Widiyanti menempuh pendidikan di Pepperdine University, Amerika Serikat, jurusan Administrasi Bisnis, dan sempat berkarier di sektor swasta sebelum masuk kabinet.
Artis Prilly Latuconsina ikut menyoroti isu ini. Ia mengkritik Menpar Widiyanti karena dianggap kurang terlibat langsung dalam pengalaman pariwisata.
“Bu Menteri, pernah enggak sih ngerasain langsung serunya nyemplung di danau, trekking hutan, atau diving bareng peneliti karang? Soalnya pariwisata bukan cuma soal data dan laporan, tapi soal rasa dan pengalaman. Biar tahu rasanya jadi traveler di negeri sendiri, bukan sekadar pemaparan di podium dan promosinya cuma jadi jargon,” tulis Prilly.
Komentar Prilly langsung menjadi viral, mendapatkan lebih dari 2.000 likes, dan banyak warganet menyatakan dukungan terhadap pandangannya.[YKP]

