RELUNG.ID- Insiden kecelakaan kerja akibat rem blong terjadi di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bukit Asam (PTBA) Bangko Barat, Sumatera Selatan, pada Sabtu (31/1/2026).
Kejadian tersebut melibatkan kendaraan operasional kontraktor PT Bukit Asam dengan Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) PT Prima Indo Jaya Mandiri.
Insiden itu terekam dalam sebuah video dan kini viral di media sosial TikTok. Video tersebut telah dibagikan ulang oleh sejumlah akun dan mendapatkan beragam komentar dari warganet.
Dalam rekaman video, kendaraan tambang terlihat melaju tanpa kendali di luar jalur operasional. Dump truck tersebut meluncur ke areal parkiran motor yang berada di pinggir jalan.
Beberapa pekerja tampak berlari menjauh untuk menghindari kendaraan yang mengalami rem blong. Situasi terlihat panik dan membahayakan keselamatan pekerja.
Salah seorang pekerja tambang yang menyaksikan langsung kejadian itu mengatakan insiden terjadi secara tiba-tiba.
“Mobil itu awalnya jalan normal. Tiba-tiba ada teriakan kalau remnya blong. Kendaraan langsung meluncur turun dan kami semua lari menyelamatkan diri,” kata pekerja berinisial AR, Sabtu (31/1/2026).
Menurut AR, lokasi kejadian berada di jalur yang biasa dilalui kendaraan tambang. Saat itu aktivitas produksi sedang berlangsung.
“Untung kondisi jalur tidak terlalu padat. Kalau banyak unit lewat, bisa fatal,” ujarnya.
Video insiden tersebut menuai beragam komentar warganet di TikTok. Sebagian mempertanyakan standar keselamatan kerja dan perawatan kendaraan tambang.
Ada pula yang menyoroti potensi bahaya bagi pekerja jika insiden serupa kembali terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT Bukit Asam maupun PT Prima Indo Jaya Mandiri terkait penyebab rem blong tersebut. Informasi mengenai adanya korban jiwa atau luka juga belum disampaikan secara resmi.
Terpisah, Koordinator Inspektur Tambang Sumsel, Yusrizal saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan terkait insiden tersebut. “Sementara ini belum dapat laporan, karena PTBA kewenangan IT pusat, mungkin mereka lapor langsung ke pusat,” pungkasnya.[KBP]

