RELUNG.ID- Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nopianto, mengingatkan seluruh pejabat daerah, baik legislatif maupun eksekutif, untuk lebih peka dan bijak dalam bersikap serta menyampaikan pernyataan publik.
Menurutnya, dalam situasi sosial dan ekonomi yang penuh keprihatinan saat ini, pejabat publik seharusnya tampil sebagai teladan yang menyejukkan hati masyarakat.
“Pejabat, baik di DPRD maupun pemerintah kabupaten/kota, harus bersikap bijak. Jangan sembarangan membuat pernyataan yang bisa menyakiti hati masyarakat. Saat ini rakyat sedang menghadapi banyak kesulitan, maka kita sebagai pemimpin harus lebih peduli,” tegas Nopianto, Minggu (14/9/2025).
Nopianto mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah pimpinan daerah telah mengikuti arahan Mendagri melalui pertemuan daring. Dalam kesempatan itu, Mendagri menyampaikan instruksi penting, di antaranya menganjurkan agar kegiatan seremonial dilakukan secara sederhana dan perjalanan ke luar negeri ditunda sementara waktu.
Instruksi tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin agar pejabat tampil sederhana dan menunjukkan empati terhadap kondisi rakyat.
“Presiden sudah mengimbau agar pejabat memberikan perhatian serius pada kondisi masyarakat. Kita harus memberikan keteladanan yang benar, jangan justru menjadi sumber keresahan sosial,” ucapnya.
Salah satu poin yang paling ditekankan adalah larangan pejabat dan keluarganya memamerkan gaya hidup mewah atau flexing.
“Ini bukan zamannya untuk pamer. Pejabat harus menahan diri, baik di media sosial maupun di ruang publik. Ini zamannya untuk rendah hati dan peduli pada rakyat,” kata politisi Partai Nasdem itu.
Walaupun surat edaran resmi dari pemerintah pusat belum diterima, Nopianto menegaskan substansi instruksi sudah jelas. Ia meminta seluruh pejabat daerah di Sumsel segera menyesuaikan diri.
“Walaupun edaran resmi belum turun, tapi substansinya sudah disampaikan. Jadi sudah sepatutnya kita mulai menyesuaikan diri demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Nopianto menutup dengan ajakan agar seluruh pejabat di Sumsel dapat menjadi teladan moral dan etika.
“Mari kita bersama-sama menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku agar tidak menimbulkan luka di hati masyarakat. Kita ini dipilih dan digaji oleh rakyat, maka sudah seharusnya kita bekerja dan bersikap untuk mereka, bukan untuk kepentingan pribadi,” pungkasnya. [DSK]

