RELUNG.ID- Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat (Yopi Karim), menegaskan bahwa tidak ada praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau. Ia memastikan bahwa semua proses seleksi jabatan berjalan secara profesional tanpa ada intervensi atau lobi-lobi tertentu.
“Kalau desas-desus banyak, tapi kami tidak pernah menempatkan orang yang tidak kompeten di posisi yang strategis. Kami mengutamakan profesionalitas, kapabilitas, integritas, dan loyalitas dalam menentukan pejabat,” ujar Yopi usai menghadiri pembukaan seleksi penulisan karya tulis dan wawancara seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lubuklinggau, Rabu (5/3/2025).
Menurutnya, dalam setiap proses seleksi jabatan, Pemkot Lubuklinggau menekankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Yopi pun kembali menegaskan bahwa tidak ada intervensi dalam proses tersebut.
“Kami pastikan tidak ada jual beli jabatan, tidak ada cawe-cawe dalam lobi jabatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini proses seleksi jabatan memasuki tahap wawancara serta pengumpulan makalah. Dari total 27 peserta yang mengikuti asesmen sebelumnya, satu orang mengundurkan diri, sehingga tersisa 26 peserta yang melanjutkan seleksi.
“Setelah mereka menyerahkan karya ilmiah, besok akan dilakukan wawancara. Prosesnya akan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tambah Yopi.
Selain membahas seleksi jabatan, Yopi juga mengungkapkan fokus utama dalam program 100 hari kerjanya bersama Wakil Wali Kota Lubuklinggau, Bertha Edhar. Ia menekankan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan akan menjadi prioritas utama.
“Insya Allah, kami akan fokus pada bidang pendidikan dan kesehatan terlebih dahulu. Dua sektor ini menjadi perhatian utama kami,” tutupnya.[NSR]

