RELUNG.ID- Makmur, tersangka utama dalam kasus pembunuhan terhadap Hamsi, seorang kontraktor di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengaku sempat merencanakan kabur ke Malaysia usai melakukan aksinya.
Namun rencana tersebut gagal karena ia memilih melarikan diri ke Jawa.
Ditemui di Polres Lubuklinggau pada Selasa (22/4/2025), Makmur membeberkan bahwa setelah menusuk korban, ia langsung kabur dan sempat menginap empat hari di Bekasi.
Dari sana, ia membuang pakaian dan ponsel yang digunakan saat kejadian, lalu berangkat ke Purwokerto, Jawa Tengah, untuk bersembunyi di rumah adik angkatnya.
“Saya memang ada uang Rp5 juta, rencananya mau bikin paspor karena ingin merantau ke Malaysia. Tapi karena kejadian ini, akhirnya saya kabur saja ke Purwokerto,” ujar Makmur.
Makmur mengakui bahwa ia menusuk korban saat Hamsi tengah melintas di Jalan Jenderal Sudirman, RT 08, Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, pada Minggu, 25 Agustus 2024, sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor bersama anaknya yang masih berusia empat tahun.
“Saya tunggu di pondok dekat jalan, lalu ketika dia lewat, saya buntuti. Saat di jembatan, saya tusuk dari belakang. Setelah itu saya kabur naik motor,” ungkap Makmur.
Pisau yang digunakan untuk menusuk korban ia buang ke sungai dekat jembatan Pertamina, lalu ia langsung menuju terminal dan naik bus ke Bekasi.
Motif pembunuhan, menurut pengakuannya, dipicu oleh informasi dari adiknya yang menyebut paman mereka, Amir, telah dikeroyok oleh keluarga Hamsi. Makmur mengaku tersulut emosi dan membawa pisau sebelum mencari korban.
Aksi tersebut dilakukan Makmur bersama kakaknya, Radit, yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Saya lakukan bersama kakak saya. Sekarang saya tidak tahu dia di mana,” ucapnya.
Selama pelariannya di Purwokerto, Makmur mengaku membantu usaha peternakan ayam milik adik angkatnya. Di sana ia mendapat makan dan upah, sambil terus bersembunyi dari kejaran polisi.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan terus berjalan. Penangkapan Makmur dilakukan setelah serangkaian pelacakan dan koordinasi lintas wilayah. Kini polisi tengah fokus memburu Radit, kakak Makmur, yang masih dalam pelarian.
Diketahui, korban sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya terjatuh di depan rumah warga dan dilarikan ke RS Siloam Lubuklinggau. Namun nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk di punggung.[NSR]

