RELUNG.ID- Wali Kota Lubuklinggau Rachmat Hidayat atau yang akrab disapa Yopi Karim menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau yang tidak mengikuti kegiatan Taklim Ramadan tanpa alasan jelas akan dilakukan evaluasi.
Hal tersebut disampaikan Yopi saat menghadiri kegiatan Taklim Ramadan yang digelar di Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau, Jumat (20/2/2026).
“Kegiatan taklim Ramadan ini tidak mengganggu jam kerja, karena termasuk dalam agenda kedinasan selama bulan suci Ramadan,” ujar Yopi.
Menurutnya, Taklim Ramadan merupakan bagian dari agenda resmi kedinasan yang wajib diikuti seluruh ASN. Karena itu, ketidakhadiran tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan akan menjadi bahan evaluasi.
“Karena ini merupakan bagian dari rutinitas kerja selama bulan Ramadan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut bukan sekadar kewajiban formal, melainkan upaya pembinaan rohani bagi ASN agar dapat menjalankan tugas dengan integritas dan tanggung jawab yang lebih baik.
Yopi juga mengajak seluruh ASN menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki pola kerja serta meningkatkan disiplin, iman, dan ketakwaan.
Menurutnya, penguatan spiritual menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan visi Linggau Juara — maju kotanya dan sejahtera masyarakatnya.
“Taklim Ramadan ini merupakan bagian dari program Jumat Juara. Khusus di bulan suci Ramadan, agenda diisi dengan taklim sebagai sarana pembinaan rohani bagi ASN,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para ASN turut mendengarkan tausyiah yang disampaikan oleh Ustad Muhamad Febrianto sebagai bagian dari pembinaan spiritual selama Ramadan.
Pemkot Lubuklinggau berharap melalui kegiatan ini, kualitas pelayanan publik dapat semakin meningkat seiring dengan penguatan moral dan integritas aparatur.[NSR]

