RELUNG.ID – Peristiwa kebakaran pipa minyak milik PT Medco E&P (Medco Energy) disesalkan oleh warga Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, PALI, Rabu (23/1).
Menurut warga, kebakaran tersebut tidak perlu terjadi apabila penanganan ini dilakukan dengan baik dan sesuai standar.
Mantan Kades Talang Akar, Heru Martin mengatakan, peristiwa tersebut terjadi ketika warga mendapati kebocoran pipa minyak di areal tersebut pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.
Mereka mendapati salah satu titik pipa mengeluarkan minyak mentah atau kondest bercampur gas yang tumpah di aliran Sungai Dua di desa tersebut.
“Kami lalu melaporkan pihak Pertamina. Selanjutnya, tim mereka datang dan rupanya pipa yang bocor itu milik Medco. Baru sekitar dua jam kemudian, tim dari Medco datang untuk melakukan penanganan,” katanya.
Tim Medco lalu melakukan penambalan pada bagian pipa yang bocor dengan memasang oil boom. Hanya saja, setelah dilakukan pemasangan, lokasi keluarnya minyak tidak dijaga.
Tumpahan minyak yang sudah kadung menyebar di Sungai dan lokasi lainnya tanpa ada penjagaan dari petugas untuk mencegah terjadinya percikan api.
“Aliran minyak ini mengalir hingga ke arah pemukiman warga. Hal itulah yang kemudian memicu api yang entah darimana sumbernya. Sementara, petugas ini hanya terkonsentrasi melakukan pembersihan tumpahan di sekitar areal yang bocor,” ungkapnya.
Dijelaskan Heru, pihak perusahaan mestinya melakukan pencegahan berlapis-lapis di aliran sungai tersebut dan melakukan penjagaan di sepanjang aliran sungai tersebut agar tidak ada percikan api yang menyebabkan munculnya api.
“Kalau ini dijaga dengan baik, tidak mungkin ada percikan api. Penanganan kebocoran ini kan dilakukan pagi hari. Tapi, baru terbakar pada sore hari. Artinya, petugas di lapangan tidak menjaga areal yang ditumpahi minyak dengan baik hingga terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Pantauan di lokasi kebocoran, ada sebanyak tiga titik kebocoran dan sudah dilakukan penutupan oleh pihak perusahaan dan pagari dengan polisi line. Sejumlah areal tampak masih terpapar minyak kondensat.
Sebelumnya, dalam pernyataan resmi Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn mengungkapkan rasa prihatin dan penyesalan atas kejadian ini.
“Kami menyayangkan terjadinya kembali tindakan vandalisme yang merusak pipa minyak sebagai objek vital nasional (Obvitnas). Tindakan yang tidak bertanggung jawab ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat, merusak lingkungan hidup, dan mengganggu pasokan energi untuk masyarakat,” ungkap Leony.
Leony menegaskan perusahaan telah mengambil langkah-langkah cepat untuk menangani kebocoran tersebut. Tim teknis perusahaan telah berhasil menangani tiga titik kebocoran pada pipa dan memulai proses pembersihan lokasi sesuai dengan standar keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan (K3LL).
“Kami bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI untuk memastikan penanganan kebocoran ini sesuai dengan prosedur dan menghindari dampak lingkungan yang lebih luas,” ungkapnya.
Medco E&P juga mengonfirmasi bahwa mereka telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Polsek Talang Ubi PALI, TNI, instansi-instansi pemerintah lainnya, serta kepala desa setempat untuk memastikan bahwa penanganan kebocoran ini berjalan lancar dan aman.
Selain itu, perusahaan juga melakukan upaya mitigasi untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat sekitar. Meski api sudah berhasil dipadamkan, situasi di sekitar lokasi kebocoran tetap diwaspadai. (Eko)

