Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Warga Lahat Desak Pembangunan Fly Over, Kemacetan Akibat Truk Batu Bara Ancam Kesehatan dan Ekonomi
Indeks

Warga Lahat Desak Pembangunan Fly Over, Kemacetan Akibat Truk Batu Bara Ancam Kesehatan dan Ekonomi

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda16/12/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Angkutan truk batu bara di Kabupaten Lahat yang melintas di jalan umum. (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Sejumlah warga Kabupaten Lahat, khususnya di Kecamatan Merapi Timur, mendesak pemerintah dan DPRD segera merealisasikan pembangunan fly over atau underpass di kawasan Desa Tanjung Jambu.

Pasalnya, lokasi tersebut yang berada di gerbang masuk jalan khusus batu bara PT Servo Lintas Raya (SLR) sering menjadi sumber kemacetan di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Muara Enim-Lahat, terutama saat jam operasional angkutan batu bara.

Antrean panjang truk batu bara yang keluar masuk gerbang menyebabkan kendaraan lain terhambat dan memicu keresahan masyarakat.

“Seharusnya sudah dibangun fly over atau underpass agar operasional angkutan batu bara tidak mengganggu laju kendaraan lainnya,” ujar Sahwan, tokoh pemuda Lahat sekaligus Ketua Yayasan Anak Padi.

Sahwan mengungkapkan bahwa angkutan batu bara yang melintas di jalan umum telah menjadi polemik lama di Kabupaten Lahat. Janji perusahaan untuk membangun jalur khusus yang tidak mengganggu jalan umum hingga kini belum terwujud dan dinilai sebatas angan-angan.

“Bukannya berkurang, jumlah truk batu bara yang melintas justru semakin ramai,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah bersikap tegas terhadap perusahaan batu bara untuk segera merealisasikan pembangunan fly over atau underpass. “Kita tunggu realisasinya, tetapi masyarakat semakin resah dengan operasional truk angkutan batu bara ini,” jelas Sahwan.

Menurut Sahwan, permasalahan ini seharusnya tidak terjadi jika pemerintah bersikap tegas. Ia menyarankan pemerintah memberikan tenggat waktu kepada perusahaan untuk membangun jalan khusus, fly over, atau underpass. Jika tidak ada perencanaan atau realisasi, operasional angkutan batu bara sebaiknya dihentikan sementara.

“Operasional truk batu bara di jalan umum ini sudah berdampak pada masyarakat, mulai dari meningkatnya kecelakaan lalu lintas, kemacetan, hingga polusi. Polusi ini memengaruhi kesehatan masyarakat dan menurunkan produktivitas. Dampaknya, kualitas hidup menurun, yang pada akhirnya memicu kemiskinan,” tegasnya.

Ketua Pemuda Hijau Sumatera Selatan, Kevin Adrian, juga menyoroti persoalan ini. Ia menilai, rata-rata perusahaan tambang di Sumsel, khususnya di Lahat, sudah lama beroperasi namun tak kunjung merealisasikan pembangunan jalan khusus.

“Setiap tahun, keuntungan puluhan mungkin ratusan miliar rupiah mereka raup, tetapi jalan khusus tak pernah terwujud,” katanya.

Kevin meminta pemerintah mengambil langkah tegas terhadap perusahaan tambang yang belum memiliki jalan khusus.

“Cukup sudah penderitaan warga akibat jalan umum yang dilintasi truk batu bara. Pemerintah harus berani menyetop operasional angkutan batu bara di jalan umum,” tandas Kevin.[AYK]

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBuntut Kasus Penganiayaan, FK Unsri Hentikan Sementara Aktivitas Koas Lady
Next Article Periksa Sri Meilina Terkait Kasus Penganiayaan Dokter Koas, Polda Sumsel : Status Dapat Berubah
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,899 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,771 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,744 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?