RELUNG.ID- Seorang perempuan asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mengaku menjadi korban penipuan berkedok pekerjaan di luar negeri.
Perempuan bernama Hastina, warga Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, PALI, itu meminta bantuan pemerintah daerah dan kepolisian agar dapat segera dipulangkan dari Taiwan.
Permohonan bantuan tersebut disampaikan Hastina melalui sebuah video yang diunggah akun Instagram @paliupdate pada Rabu (9/9/2026).
Dalam video tersebut, Hastina terlihat menangis dan menyampaikan permintaan pertolongan dengan suara bergetar. Ia mengaku pekerjaan yang dijalaninya di Taiwan tidak sesuai dengan yang sebelumnya dijanjikan.
“Kepada Pak Kades Desa Sedupi, Bupati PALI, dan Kapolres PALI. Saya bernama Hastina, alamat Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang. Meminta tolong kepada Bapak, bebaskan saya. Saya ditipu oleh oknum yang mempekerjakan saya ke Taiwan. Saya dijual oleh mereka dan pekerjaan itu tidak sesuai yang dijanjikan,” ujar Hastina dalam rekaman tersebut.
Hastina juga mengaku mendapat perlakuan kasar selama berada di Taiwan. Bahkan, ia menyebut mengalami dugaan penganiayaan fisik dalam beberapa hari terakhir.
“Tolong saya, Pak. Saya di sini sudah disiksa. Saya tidak bisa bertahan karena saya sudah disiksa di sini, dua hari yang lalu saya disiksa. Jadi saya minta tolong untuk dibebaskan, Pak,” katanya.
Dalam video itu, Hastina kembali meminta pemerintah dan aparat segera memberikan pertolongan agar dirinya dapat keluar dari tempatnya bekerja dan dipulangkan ke Indonesia.
“Tolong saya, Pak,” ucapnya.
Video permohonan bantuan tersebut kemudian mendapat perhatian warganet. Sejumlah pengguna media sosial turut meminta pihak berwenang segera menindaklanjuti pengakuan Hastina.
Kasus ini menjadi perhatian karena pengakuan Hastina mengarah pada dugaan penipuan penempatan kerja di luar negeri hingga dugaan perdagangan orang dan penganiayaan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, keterangan mengenai pihak yang merekrut Hastina, lokasi tempatnya bekerja di Taiwan, serta kondisi terkini korban masih dalam proses konfirmasi kepada pihak terkait.
Pemerintah Kabupaten PALI dan kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait pengakuan Hastina tersebut.[YKP]

