RELUNG.ID- Pengakuan seorang perempuan asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, yang mengaku menjadi korban penipuan hingga “dijual” ke Taiwan mendapat bantahan dari orang yang mengaku sebagai temannya.
Wiwit Dewi Lestari menyebut Hastina tidak diberangkatkan ke Taiwan untuk bekerja seperti yang disampaikan dalam video viral. Menurut Wiwit, Hastina berangkat ke luar negeri untuk menikah dengan pria asal China dan telah mengetahui rencana tersebut sejak sebelum keberangkatan.
“Saya ingin klarifikasi tentang masalah yang beredar di PALI atas nama Hj Hastina. Bahwasanya video viral itu tidak benar. Hj Hastina tidak tertipu dan tidak bekerja di Taiwan,” ujar Wiwit dalam keterangannya yang diupload oleh akun Instagram @pali_terkini.
Sebelumnya, video Hastina viral di media sosial setelah dirinya terlihat menangis dan meminta bantuan pemerintah daerah serta kepolisian untuk membebaskannya dari tempatnya berada di luar negeri.
Dalam video tersebut, Hastina mengaku ditipu oleh pihak yang mempekerjakannya ke Taiwan. Ia juga menyebut dirinya “dijual” dan pekerjaan yang dijalani tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Namun, Wiwit memberikan versi berbeda mengenai keberangkatan Hastina.
Menurut dia, Hastina sebelumnya memang meminta bantuan untuk diperkenalkan dengan pria asal China. Setelah berkomunikasi, Hastina disebut menyetujui rencana pernikahan tersebut.
“Hastina sudah tahu dia akan dinikahkan. Dia menghubungi saya dan mengirim pesan kepada saya. Dia ingin saya memperkenalkan dengan orang Tiongkok atau China. Dia menyetujui dan sudah menikah,” kata Wiwit.
Wiwit juga menyebut Hastina telah menerima mahar sebesar Rp29,1 juta yang diberikan di Indonesia sebelum keberangkatan.
Ia mengatakan rencana pernikahan tersebut juga telah disampaikan kepada Hastina sebelum dirinya berangkat. Wiwit bahkan mengaku menyarankan Hastina untuk terlebih dahulu membicarakannya dengan keluarga.
“Sebelum menyetujui keberangkatan, saya menyarankan agar dia berbicara dengan keluarganya bahwa dia akan menikah dengan orang China. Tapi dia tidak peduli tentang itu,” ujarnya.
Menurut Wiwit, Hastina saat itu menyatakan keputusan tersebut merupakan urusannya sendiri.
“Dia berkata, aku tidak perlu berbicara dengan keluargaku karena yang menjalankan adalah aku,” kata Wiwit mengutip pernyataan Hastina.
Wiwit juga membantah pengakuan Hastina mengenai dugaan penganiayaan yang disampaikan dalam video viral.
Ia menyebut luka pada tangan Hastina bukan disebabkan penganiayaan oleh suaminya. Menurut Wiwit, luka tersebut terjadi saat sang suami berusaha mencegah Hastina yang disebut hendak melukai dirinya sendiri.
“Luka di tangan bukanlah penganiayaan, melainkan upaya pencegahan suaminya yang hendak melukai tubuhnya sendiri,” ujar Wiwit.
Wiwit juga menyebut suami Hastina telah memenuhi sejumlah kebutuhan istrinya selama berada di China.
Di antaranya membelikan sepeda motor, telepon seluler, skincare, makanan serta berbagai kebutuhan lainnya.
Namun, menurut Wiwit, Hastina kemudian tetap ingin pulang ke Indonesia dengan alasan anaknya tidak dapat hidup tanpa dirinya.
Ia juga mengklaim Hastina sempat meminta telepon seluler iPhone 17 Pro Max dan mengancam akan kembali ke Indonesia apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi.
“Dia minta handphone iPhone 17 Pro Max. Mengancam suami jika tidak dikasih iPhone Pro Max akan pulang ke Indonesia,” katanya.
Wiwit mempertanyakan keputusan Hastina yang sebelumnya telah menyetujui rencana pernikahan tersebut.
Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya tidak muncul apabila sejak awal keputusan untuk menikah dengan pria asal China telah dipahami dan disepakati.
Meski demikian, keterangan Wiwit tersebut merupakan versi dari pihak yang mengaku sebagai teman Hastina. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Hastina terkait bantahan tersebut.[YKP]

