RELUNG.ID – Sumatera Selatan berduka. Mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode, Alex Noerdin, meninggal dunia di RS Siloam Jakarta pada pukul 13.30 WIB.
Kabar wafatnya tokoh yang dikenal visioner dan penuh semangat tersebut mengejutkan masyarakat Sumsel.
Ia mengembuskan napas terakhir setelah perjalanan panjang pengabdian di birokrasi dan dunia politik.
Perjalanan Hidup dan Pendidikan
Alex Noerdin lahir di Palembang, 9 September 1950. Ia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan H. Muhamad Noerdin Pandji dan Hj. Siti Fatimah.
Sang ayah dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang menanamkan nilai nasionalisme kuat sejak dini.
Pendidikan dasar hingga menengah ia tempuh di Palembang. Setelah lulus SMA pada 1969, ia merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Ia menempuh studi di Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti dan meraih gelar insinyur. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan memperoleh gelar sarjana hukum.
Karier Birokrasi hingga Puncak Kepemimpinan
Usai menyelesaikan pendidikan, Alex Noerdin memulai karier sebagai pegawai negeri sipil. Pada 1981, ia menjadi staf Bappeda Sumatera Selatan dan kemudian menjabat Kepala Seksi Perhubungan dan Pariwisata.
Kariernya terus menanjak. Ia pernah menjabat Kepala Cabang Dinas Pariwisata Kota Palembang dan Kabupaten Musi Banyuasin.
Pada 1990, ia dipercaya menjadi Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, lalu empat tahun kemudian menjabat Ketua Bappeda Kota Palembang.
Ia kembali ke tingkat provinsi sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel dan kemudian menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin.
Puncak kariernya di daerah dimulai ketika ia terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin selama dua periode (2001–2006 dan 2007–2012).
Pada 2008, ia terpilih sebagai Gubernur Sumatera Selatan berpasangan dengan Eddy Yusuf untuk periode 2008–2013. Ia kembali dipercaya memimpin Sumsel periode 2013–2018 bersama Ishak Mekki.
Membawa Sumsel ke Tingkat Nasional
Selama dua periode kepemimpinannya, Alex Noerdin mendorong berbagai program pembangunan strategis. Ia dikenal sebagai penggagas program sekolah gratis dan berobat gratis yang menjadi tonggak pelayanan publik di Sumsel.
Di sektor infrastruktur, ia berperan dalam pembangunan LRT Palembang sebagai moda transportasi massal modern yang mendukung mobilitas masyarakat.
Tak hanya itu, Sumatera Selatan juga menjadi sorotan nasional dan internasional ketika menjadi tuan rumah bersama Jakarta dalam perhelatan Asian Games 2018.
Ajang tersebut menjadi momentum penting yang mengangkat nama Sumsel di panggung global.
Kiprah Politik dan Organisasi
Selain berkiprah di pemerintahan, Alex Noerdin dikenal sebagai figur sentral di Partai Golkar Sumatera Selatan. Di bawah kepemimpinannya, Golkar menjadi salah satu kekuatan politik dominan di daerah tersebut.
Ia juga aktif dalam berbagai organisasi olahraga dan kemasyarakatan, serta menerima sejumlah penghargaan atas dedikasinya.
Kepergian Alex Noerdin meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sumatera Selatan. Ia dikenang sebagai birokrat yang meniti karier dari bawah, konsisten dalam pengabdian, dan berperan besar membawa Sumsel menuju era pembangunan modern dan pengakuan nasional. (LWM)

