RELUNG.ID – Memasuki musim panas di Sumsel, titik panas mulai terdeteksi khususnya di wilayah Musi Banyuasin (Muba).
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, ada 14 titik panas yang terjadi selama Mei.
Karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) BPBD Muba bakal menerapkan siaga Karhutla.
Dalam rapat persiapan apel siaga Karhutla, Kepala BPBD Muba, Phati Ridwan saat ini risiko Karhutla mulai meningkat akibat suhu udara yang lebih panas dan kering. BPBD mencatat, sepanjang Mei 2025 telah terpantau 14 hotspot di wilayah Muba.
“Apel Siaga Nasional sudah digelar di Riau. Di Muba, akan dilaksanakan pada 10 Juni 2025 di Lapangan Pendopoan, dipimpin langsung oleh Bupati dan Forkopimda,” katanya.
Apel tersebut juga akan dirangkai dengan penyerahan bantuan peralatan penanggulangan secara simbolis sebagai bentuk kesiapan menghadapi bencana Karhutbunlah (Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan).
Sejumlah instansi dan perwakilan perusahaan turut hadir dalam rapat. Di antaranya Kodim 0401 diwakili Pasi Ops Lettu CHB Arsidi, Polres Muba diwakili Iptu Darwin Sihombing dari BagOps, serta perwakilan OPD dan perusahaan, salah satunya PT Kirana Musi. Agustar Mariza dari perusahaan tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan Karhutla.
Dalam diskusi, peserta rapat menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, ketersediaan data dan titik koordinat hotspot, serta pemeriksaan ulang alat pendukung di lapangan.
Phati mengingatkan, Karhutla di Muba nyaris terjadi setiap tahun, terutama akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar. Untuk itu, ia mendorong pemanfaatan dana desa guna mendukung penanganan dini apabila titik api muncul di wilayah desa.
“Harapan kita, Muba tidak menjadi daerah dengan Karhutbunlah terbesar di Sumsel. Ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (ril)

