RELUNG.ID – Sebanyak 20 pasar tradisional di Kota Palembang akan menerapkan sistem digitalisasi guna meningkatkan daya saing dan kenyamanan bertransaksi bagi pembeli.
Program ini merupakan langkah strategis dari Pemerintah Kota Palembang yang telah dimulai dengan menjadikan Pasar Gubah sebagai pilot project digitalisasi pasar tradisional.
Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, Cheka Virgowansyah menegaskan, digitalisasi merupakan langkah penting untuk memastikan pasar tradisional tetap relevan di era modern.
“Pergeseran pola belanja masyarakat yang semakin beralih ke digital harus diantisipasi oleh pasar tradisional. Oleh karena itu, kami menghadirkan konsep pasar digital agar pedagang tetap dapat bersaing dan menjangkau lebih banyak konsumen,” ujar Cheka, Jumat (14/2/2025).
Menurutnya, melalui sistem digitalisasi, para pedagang dapat melakukan transaksi jual beli secara online, termasuk melalui live streaming, sehingga mereka bisa menjangkau pelanggan tanpa batasan lokasi.
Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Palembang Jaya, Dedi Siswoyo, menjelaskan bahwa setelah sukses di Pasar Gubah, digitalisasi akan diperluas ke pasar-pasar lain di Palembang.
“Dalam waktu dekat, tiga pasar berikutnya yang akan menerapkan digitalisasi adalah Pasar KM 5, Pasar Lemabang, dan Pasar Sekanak. Program ini akan terus berjalan hingga mencakup 20 pasar tradisional besar di Palembang,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, 20 pedagang dari setiap pasar akan diberikan pelatihan untuk berjualan secara online. Produk yang dijual mencakup makanan basah, sembako, hingga pakaian.
Dedi menambahkan, untuk mendukung kelancaran program ini, pihaknya telah menggandeng startup dan layanan ojek online (Ojol) agar pelanggan tidak dikenakan biaya pengiriman saat berbelanja secara digital.
“Keuntungan digitalisasi ini tidak hanya untuk pedagang, tetapi juga bagi konsumen yang kini bisa berbelanja dengan lebih mudah tanpa harus datang langsung ke pasar,” jelasnya.
Selain itu, Perumda Pasar Palembang Jaya juga menyiapkan pendampingan oleh para ahli di bidang digital marketing. Para pedagang akan diberikan pelatihan khusus mengenai penggunaan aplikasi pemasaran daring serta sistem pembayaran digital seperti QRIS.
“Ini adalah bagian dari visi besar Pemkot Palembang dalam mendorong pasar tradisional agar semakin modern dan efisien. Kami ingin memastikan pedagang dapat beradaptasi dengan tren digital dan meningkatkan omzet mereka,” kata Dedi. (DSK)

