EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang resmi menambah kekuatan aparatur sipil negara (ASN). Sebanyak 28 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kamis (11/6/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 11 CPNS baru lulusan sekolah kedinasan yang akan mulai bertugas di lingkungan Pemkab Empat Lawang.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang, Fauzan Khoiri Denin, mewakili Bupati Empat Lawang.
Kepala BKPSDM Empat Lawang, Soleha Apriani, menjelaskan bahwa 28 CPNS yang resmi diangkat menjadi PNS terdiri dari 23 orang formasi umum, empat lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), dan satu lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Selain itu, terdapat 11 CPNS baru yang menerima SK penugasan, terdiri dari 10 lulusan STTD dan satu lulusan IPDN.
Dalam arahannya, Fauzan mengingatkan para ASN yang baru dilantik agar tidak terlena dengan status baru yang telah diperoleh. Menurutnya, pelantikan sebagai PNS bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk membuktikan kemampuan dan dedikasi sebagai abdi negara.
“Pelantikan ini bukan garis finis. Justru ini titik awal untuk menunjukkan kualitas, loyalitas, dan kemampuan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah,” tegas Fauzan.
Ia menekankan bahwa dunia birokrasi menuntut proses panjang, kerja keras, serta konsistensi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tidak ada kesuksesan yang datang secara instan tanpa dibarengi kinerja yang baik.
“PNS yang baru dilantik harus banyak belajar. Semua ada prosesnya, tidak serta-merta langsung naik atau berhasil begitu saja. Kalian harus menunjukkan kinerja, loyalitas, dan kemampuan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Secara khusus, Fauzan memberikan perhatian kepada para lulusan STTD dan IPDN yang selama ini dikenal memiliki bekal disiplin dan pendidikan khusus di bidang pemerintahan maupun transportasi.
Ia berharap ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kedisiplinan yang diperoleh selama pendidikan dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung pembangunan daerah.
“Saya ingin anak-anakku dari STTD dan IPDN menerapkan apa yang didapatkan di bangku kuliah ke dalam dunia kerja. Tunjukkan dedikasi dan kemampuan terbaik untuk daerah yang kita cintai ini,” katanya.
Tak hanya soal kompetensi, Fauzan juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
Menurutnya, aparatur sipil negara merupakan representasi pemerintah yang setiap tindakannya akan menjadi sorotan masyarakat. Karena itu, sikap disiplin dan tanggung jawab harus menjadi pegangan utama dalam bekerja.
“ASN harus menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat. Jaga integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas,” pesannya. (SLM)

