RELUNG.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih melanda sejumlah daerah hingga Rabu (7/8). Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa empat daerah di Sumsel mengalami karhutla yang mengakibatkan terbakar puluhan hektare lahan.
Daerah yang terdampak adalah Musi Banyuasin, PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), Banyuasin, dan Ogan Ilir. Pemadaman karhutla di Musi Banyuasin dan PALI merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya.
Di Ogan Ilir, karhutla terjadi di Desa Lorok, Indralaya Utara, dengan luas lahan terbakar mencapai 1,5 hektare. Hingga saat ini, 1 hektare berhasil dipadamkan. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan kebun sawit. Penyebab kebakaran belum diketahui dan kondisi saat ini masih menyisakan asap.
Di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Pemulutan, karhutla meluas ke area seluas 3 hektare. Saat ini, 2 hektare sudah berhasil dipadamkan dengan bantuan helikopter water bombing yang telah dilakukan sebanyak 24 kali. Di Rantau Bayur, water bombing dilakukan sebanyak 100 kali untuk memadamkan api.
Sementara itu, di Banyuasin, karhutla melanda Desa Pulau Maning, Kecamatan Sembawa, dengan luas terbakar mencapai 6 hektare. Saat ini, 3 hektare sudah dipadamkan, sementara vegetasi yang terbakar terdiri dari prumpung, triti, dan ilalang.
Di Desa Suak Tapeh, kebakaran melanda 1,5 hektare lahan gambut dengan 0,5 hektare sudah berhasil dipadamkan. Vegetasi yang terbakar termasuk semak belukar, seranaian, pakis, dan nipah.
Di Desa Gasing, Talang Kelapa, luas lahan terbakar mencapai 6 hektare dengan 0,8 hektare telah dipadamkan. Vegetasi terbakar meliputi semak belukar, pohon karet, dan gelam, di tanah gambut sedalam 1 meter. Kondisi di lokasi ini masih menyisakan asap tipis.
Di PALI, kebakaran terjadi di Danau Burung Desa Tempirai, Penukal Utara, dengan luas lahan terbakar selama 13 hari mencapai 24 hektare dan berhasil dipadamkan 23 hektare melalui 105 kali water bombing. Di Beracung, Talang Ubi, karhutla melanda 0,5 hektare lahan pertanian dengan vegetasi puntung dan ranting pohon yang sudah berhasil dipadamkan.
Pemadaman di Muba dilakukan dengan water bombing sebanyak 60 kali di Sekayu dan 20 kali di Bayung Lencir.
Upaya pemadaman masih terus dilakukan untuk mengatasi karhutla yang terus menyebar, mengingat kondisi cuaca dan faktor lainnya yang mempengaruhi penyebaran api.[AYK]

