Keberhasilan ini merupakan bukti kerja sama tim yang luar biasa, dan karena kecemerlangan, dedikasi, dan komitmen, OpenAl berada di puncak inovasi Al.
“Saya mundur karena saya ingin menciptakan waktu dan ruang untuk melakukan eksplorasi saya sendiri,” terangnya.
Untuk saat ini, dia akan berfokus melakukan segala upaya untuk memastikan transisi yang lancar, mempertahankan momentum yang telah dibangunnya.
Dia pun bersyukur telah diberikan kesempatan untuk membangun dan bekerja bersama tim yang luar biasa ini. Meskipun dia mungkin tidak lagi berada bersama timnya, dia akan tetap mendukung semuanya.
“Dengan rasa syukur yang mendalam atas persahabatan yang terjalin, kemenangan yang diraih, dan yang terpenting, tantangan yang kita hadapi bersama,” tutupnya.
Membalas unggahan Murati, CEO OpenAI, Sam Altman mengucapkan terima kasih atas kontribusi Wanita kelahiran Albania itu.
“Kami akan segera memberi tahu lebih banyak tentang rencana transisi, tetapi untuk saat ini, saya ingin meluangkan waktu sejenak untuk sekadar mengucapkan terima kasih,” tulis Altman.
Untuk diketahui, Mira Murati bergabung dengan OpenAI sebagai VP of Applied AI and Partnerships pada Desember 2020 dan dipromosikan menjadi CTO pada Mei 2022.
Sebagai CTO, Murati sering tampil bersama Altman sebagai wajah publik pembuat ChatGPT. Ketika OpenAI meluncurkan model GPT-4o pada bulan Mei, yang mampu melakukan percakapan suara yang realistis, Murati memimpin presentasi tersebut.
Mira Murati juga sempat menjabat CEO pada bulan November lalu ketika Dewan memecat Sam Altman. Murati adalah orang terakhir dalam serangkaian pengunduran diri eksekutif OpenAI. (AAL)

