RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel mengeluarkan potensi cuaca yang bakal terjadi di penghujung tahun atau tepatnya pada Desember 2025.
Berdasarkan keterangan resminya, di Bulan Desember 2025, sebagian besar wilayah Sumsel berpeluang mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Sumsel, Wandayantolis mengatakan, fenomena iklim regional sangat berpengaruh terhadap kondisi iklim Indonesia, termasuk wilayah Sumsel.
Terdapat tiga kondisi iklim regional yang berpengaruh yaitu El Nino Suthern Oscillation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD) dan Indeks Monsun.
“Monitoring dan prediksi ketiga fenomena ini akan bermanfaat dalam mendukung nilai prediksi hujan berdasarkan model sehingga dapat dimanfaatkan maksimal dalam perencanaan dan pengambilan keputusan,” katanya dikutip dari keterangan resminya, Rabu (26/11/2025).
Dia menjelaskan, dari hasil monitoring dinamika atmosfer dan laut pada dasarian kedua November 2025, anomali Suhu Muka Laut (SML) di wilayah Nino3,4 menunjukkan indeks ENSO dasarian sebesar -0.82. Indeks ENSO dasarian telah 7 dasarian melewati ambang batas La Nina.
“ENSO diprediksi tetap pada kondisi La Nina hingga Desember 2025,” terangnya.
Sedangkan, anomali SLM di Samudra Hindia menunjukkan nilai dasarian indkes IOD sebesar -0.57. Fase negatif ini telah tertahan selama 11 dasarian.
“Fase IOD diprediksi akan kembali ke fase Netral pada Desember 2025,” tegasnya.
Atas dasar tersebut, BMKG memprediksi, pada Bulan Desember 2025, sebagian wilayah Sumsel berpeluang lebih dari 80 persen mendapatkan curah hujan menengah (100-300mm).
Sedangkan, sebagian lagi wilayah Sumsel mendapatkan curah hujan tinggi yaitu lebih dari 301-400 mm.
“Untuk curah hujan tinggi ini terjadi di sebagian besar wilayah Palembang, Banyuasin, Muara Enim, PALI, OKU, OKU Timur, Lahat, OKI,” pungkasnya. (LWM)

