Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»97 Perusahaan Raih Proper Merah, WALHI Sumsel: Bukti Lemahnya Tata Kelola Lingkungan
Regional

97 Perusahaan Raih Proper Merah, WALHI Sumsel: Bukti Lemahnya Tata Kelola Lingkungan

alwiBy alwi17/04/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Tambang batu bara di Sumsel/ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sejumlah perusahaan yang beroperasi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tercatat masih memperoleh peringkat Merah hingga Hitam dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) tahun 2024–2025.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1581 Tahun 2025, terdapat 97 perusahaan di Sumsel yang meraih PROPER Merah serta satu perusahaan dengan peringkat Hitam.

Baca juga :   34 Bencana Banjir dan Longsor Terjadi di Sumsel Sepanjang Januari Hingga Maret

Peringkat Merah menunjukkan bahwa perusahaan belum memenuhi sebagian ketentuan pengelolaan lingkungan hidup, sementara peringkat hitam diberikan kepada perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran serius dengan dampak signifikan terhadap lingkungan.

Adapun perusahaan dengan peringkat hitam yakni PT Batubara Lahat, yang bergerak di subsektor pertambangan batu bara di Kabupaten Lahat.

Sementara itu, puluhan perusahaan dengan peringkat Merah tersebar di berbagai sektor, mulai dari pertambangan batu bara, perkebunan sawit, industri pengolahan, energi, hingga kawasan industri.

Baca juga :   OKI Tetapkan Siaga Bencana Asap, Penanganan Karhutla di Target Tanpa Gunakan Anggaran BTT

Beberapa di antaranya yakni PT Primanaya Energi, PT Bakti Nugraha Yuda Energy, PT Pratama Nusantara Sakti, PT Sumatera Alam Anugerah, hingga BUMN seperti PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Pabrik Baturaja.

Menanggapi hal tersebut, Staf Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumsel, Febri Putra Sopah, menilai kondisi ini mencerminkan masih lemahnya tata kelola lingkungan di sektor industri.

Menurut Febri, PROPER sejatinya merupakan instrumen untuk mendorong perusahaan memperbaiki tata kelola, khususnya di sektor-sektor berisiko tinggi seperti pertambangan, perkebunan, dan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Baca juga :   Kasus Campak Melonjak, DPRD Palembang Ingatkan Prioritas Kesehatan

“Kalau sektor pertambangan benar-benar melakukan perbaikan tata kelola, seharusnya standar pengelolaan lingkungan bisa dipenuhi,” katanya.

Namun, ia menilai banyak perusahaan justru lebih memilih mengejar keuntungan ekonomi dengan mengabaikan standar lingkungan yang telah ditetapkan.

“Memang ada konsekuensi. Ketika perusahaan memperbaiki tata kelola, pendapatan bisa berkurang. Tapi itu bagian dari tanggung jawab. Masalahnya, banyak yang memilih mengabaikan standar demi keuntungan,” ujarnya.

Baca juga :   Soal Maraknya Poster dan Baliho Bacakada, KPU Sumsel Sebut Tidak Melanggar!

Ia menegaskan, praktik tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun kesehatan.

“Ketika tata kelola diabaikan, yang dikorbankan adalah kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Jadi wajar kalau skema ekonomi yang dijalankan hanya menguntungkan perusahaan, tapi merugikan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Febri juga menyoroti masih adanya perusahaan milik negara (BUMN) yang turut memperoleh peringkat Merah dalam PROPER.

Baca juga :   WALHI Sumsel Soroti 11.978 Hotspot, Minta Pemerintah Audit Konsesi yang Berulang Terbakar

“BUMN seharusnya menjadi contoh. Tapi kalau justru mendapat PROPER Merah, ini menjadi sinyal buruk. Wajar kemudian kalau perusahaan swasta ikut mengabaikan standar,” ungkapnya.

WALHI Sumsel pun mendorong pemerintah untuk memperkuat pengawasan serta penegakan hukum terhadap perusahaan yang tidak patuh, khususnya yang berada pada peringkat Merah dan Hitam.

“PROPER jangan hanya jadi penilaian administratif. Harus ada konsekuensi nyata agar perusahaan benar-benar memperbaiki tata kelola lingkungannya,” pungkasnya. (YKP)

Batubara Lahat Perusak Lingkungan Primanaya Energi Proper Hitam Proper LH 2024 Proper LH 2025 Proper Merah Walhi Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleViral Pungli di Jembatan Air Sugihan, Herman Deru Turun Tangan Minta Penertiban Total
Next Article Tuntutan TPPU Narkoba Crazy Rich Tulung Selapan OKI Dinilai Ringan, Akademisi Sebut Tak Sebanding dengan Kejahatannya
alwi

Related Posts

Regional

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/20266 Views
Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,939 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,809 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,782 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?