RELUNG.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengesahkan kepengurusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pagar Alam untuk Masa Khidmat 2026–2031.
Pengesahan tersebut ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Nomor 744/PB.01/A.II.01.45/99/07/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 20 Juli 2026.
Penerbitan SK tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Konferensi Cabang (Konfercab) VI PCNU Kota Pagar Alam yang diselenggarakan pada 2 Juli 2026.
Dengan terbitnya keputusan tersebut, kepengurusan baru PCNU Kota Pagar Alam kini resmi memiliki legalitas untuk menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.
Dalam susunan kepengurusan yang disahkan, jajaran Mustasyar diisi oleh KH Jamil Rusdi BA, H Ludi Oliansyah, H Alpian Maskoni, KH Amrin Sening BA, KH Rawi, Ustaz Ibnu Katsir, serta H Suprianto.
Sementara itu, Ustaz Masrur Aminullah ditetapkan sebagai Rais Syuriyah, sedangkan jabatan Ketua Tanfidziyah diemban oleh KH Deni Priansyah. Posisi Sekretaris dipercayakan kepada Ustaz Ibnu Hamzah dan Bendahara dijabat Syaferi Dencik Hasan.
Melalui surat keputusan tersebut, PBNU juga mengamanatkan agar kepengurusan yang baru menjalankan organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama serta seluruh peraturan organisasi guna memperkuat pelayanan kepada umat.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pagar Alam, KH Deni Priansyah, menyampaikan rasa syukur atas diterbitkannya SK tersebut.
Menurutnya, pengesahan kepengurusan menjadi awal untuk memperkuat pengabdian kepada organisasi, umat, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas terbitnya Surat Keputusan PBNU yang mengesahkan kepengurusan PCNU Kota Pagar Alam Masa Khidmat 2026–2031. Ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat khidmah kepada Nahdlatul Ulama, umat, serta bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepengurusan baru berkomitmen membangun organisasi yang semakin solid, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
KH Deni juga mengajak seluruh pengurus, badan otonom, lembaga, dan warga Nahdliyin untuk memperkuat persatuan pasca-Konfercab.
“Perbedaan yang muncul selama proses Konfercab harus menjadi bagian dari dinamika organisasi. Kini saatnya seluruh elemen NU bersatu dan bergandengan tangan untuk membesarkan NU di Kota Pagar Alam agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ke depan, PCNU Kota Pagar Alam akan memfokuskan program kerja pada penguatan organisasi hingga tingkat ranting, peningkatan kualitas kaderisasi, pengembangan sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, penguatan sektor pertanian, serta memperluas sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Menurut KH Deni, Nahdlatul Ulama harus terus hadir sebagai perekat persatuan, penjaga moderasi beragama, sekaligus mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pihak. Harapannya, NU dapat terus berkontribusi bagi kemajuan Kota Pagar Alam serta menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (TFK)

