RELUNG.ID – Pergerakan harga emas di Palembang pada Selasa (28/7/2026) menunjukkan tren yang beragam.
Di tengah fluktuasi harga emas global akibat dinamika geopolitik dunia, harga emas perhiasan di sejumlah toko emas masih bertahan stabil, sementara harga emas murni Antam dan Galeri 24 Pegadaian mengalami penurunan tipis.
Di sejumlah toko emas konvensional di Palembang, harga emas perhiasan berkisar antara Rp13 juta hingga Rp13,9 juta per suku atau setara 6,7 gram, tergantung kadar dan model perhiasan.
Di Toko Emas Makmur Jaya, harga emas perhiasan berkadar 92 persen masih dipatok Rp13,7 juta per suku, tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Toko Emas Rajamas Lemabang yang tetap menjual emas perhiasan seharga Rp13,7 juta per suku.
Sementara itu, harga emas ukuran setengah suku di Rajamas Lemabang dipasarkan sekitar Rp6,96 juta.
Berbeda dengan emas perhiasan, harga emas murni justru mengalami koreksi setelah sehari sebelumnya mencatat kenaikan tipis.
Harga emas Antam 24 karat turun Rp9.000 per gram menjadi Rp2.613.000 per gram dari sebelumnya Rp2.622.000 per gram.
Sementara harga pembelian kembali (buyback) juga mengalami penyesuaian dan berada di level Rp2.361.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada emas Galeri 24 Pegadaian. Harga jual turun Rp16.000 menjadi Rp2.587.000 per gram, sedangkan harga buyback terkoreksi Rp15.000 menjadi Rp2.425.000 per gram.
Pemilik Toko Emas Makmur Jaya, Awi mengatakan, stabilnya harga emas perhiasan disebabkan pergerakan harga emas domestik yang relatif tipis sehingga belum memengaruhi harga jual di tingkat toko.
“Harga emas perhiasan masih bertahan karena perubahan harga emas tidak terlalu signifikan. Penentuan harga perhiasan juga memperhitungkan biaya pembuatan selain harga emas itu sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mekanisme penetapan harga emas perhiasan berbeda dengan emas murni. Selain mengikuti harga emas dunia, emas perhiasan juga dipengaruhi biaya produksi atau ongkos pembuatan sehingga perubahan harga tidak selalu terjadi setiap hari.
Sebaliknya, harga emas murni lebih sensitif terhadap pergerakan harga emas global karena mengacu langsung pada harga logam mulia di pasar internasional.
Menurut Awi, pelaku pasar saat ini juga masih mencermati perkembangan situasi geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang turut memengaruhi pergerakan harga emas dunia.
“Kondisi pasar masih cenderung wait and see. Investor masih menunggu perkembangan situasi global sehingga harga emas bergerak fluktuatif,” katanya. (CKM)

