RELUNG.ID– Tiga tersangka begal sepeda motor milik anggota polisi Dokkes Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Aiptu Januardo Eko Satria, ditangkap Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang.
Ketiga tersangka yakni Feri Irawan, ayah kandungnya Fauzi Syukri, serta seorang perempuan bernama Fitrianti.
Feri dan Fauzi merupakan warga Jalan Wirajaya VI, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang. Sementara Fitrianti merupakan warga Kabupaten Banyuasin, Sumsel.
Dalam pemeriksaan di Polrestabes Palembang, Feri mengakui keterlibatannya dalam aksi begal tersebut. Ia mengungkapkan kejadian bermula saat dirinya bersama kekasihnya, Fitrianti, menggunakan jasa ojek korban dari kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Palembang.
“Kami naik dari Soekarno-Hatta minta diantar ke Pakjo (TKP), pas sampai kami ribut, Pak. Dan yang mengambil kontak motor korban pacar saya (Fitrianti),” ujar Feri saat diwawancarai awak media, Selasa (11/8/2026) pagi.
Menurut Feri, setelah terjadi keributan, dirinya menyerang Januardo. Ia mengaku menikam korban sebanyak dua kali pada bagian perut dan memukulnya menggunakan kayu balok.
Feri mengaku saat kejadian dirinya tidak mengetahui bahwa Januardo merupakan anggota kepolisian.
“Awalnya saya tidak tahu kalau dia (korban) adalah polisi. Setelah kejadian baru mengetahuinya. Cuma saya tikam dua kali di perut dan memukulnya pakai kayu. Motornya ada, tidak kami jual,” ungkapnya.
Sementara itu, Fauzi Syukri mengaku turut melakukan kekerasan terhadap korban.
Fauzi mengatakan saat itu dirinya baru pulang bekerja dan melihat anaknya sedang terlibat perkelahian dengan Januardo.
“Saya baru pulang kerja, melihat anak saya ribut dengan dia. Sudah saya pisahkan tapi tetap saja mereka berkelahi. Jadi saya pukul tiga kali dengan kayu. Saya tidak tahu kalau bakal jadi seperti ini,” kata Fauzi.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana membenarkan penangkapan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi begal terhadap anggota polisi tersebut.
“Pelaku sudah kita amankan. Tunggu ya, masih pengembangan,” ujar Jedi.
Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap secara utuh peran masing-masing tersangka dalam aksi tersebut serta mendalami motif dan rangkaian kejadian yang menyebabkan korban mengalami luka akibat penikaman dan pemukulan.[DNP]

