RELUNG.ID– Perjalanan dari Bayung Lencir, Sumatera Selatan (Sumsel), menuju Simpang Ness, Jambi, kini jauh lebih singkat. Kehadiran Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi (Betung-Tempino-Jambi) Seksi Bayung Lencir-Simpang Ness memangkas waktu tempuh dari sekitar dua jam menjadi hanya 40 menit.
Namun, masyarakat yang selama ini menikmati ruas tol tersebut secara gratis harus bersiap. Hutama Karya memastikan ruas Bayung Lencir-Simpang Ness dalam waktu dekat akan mulai diberlakukan tarif.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan pemberlakuan tarif dilakukan setelah ruas tol tersebut sebelumnya dibuka tanpa tarif agar masyarakat dapat mencoba sekaligus mengenali manfaat infrastruktur baru tersebut.
“Dalam waktu dekat, ruas ini akan memasuki tahap pengoperasian bertarif,” kata Iwan, Jumat (21/8/2026).
Menurut Iwan, sebelum tarif diberlakukan, Hutama Karya masih melakukan evaluasi terhadap kesiapan seluruh aspek operasional. Evaluasi mencakup sistem transaksi di gerbang tol, kesiapan kendaraan layanan hingga sistem pemantauan lalu lintas.
Pengoperasian tanpa tarif sebelumnya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk beradaptasi dengan jalur baru sekaligus menguji kesiapan layanan sebelum memasuki fase berbayar.
Untuk melayani pengguna jalan, Hutama Karya menyiapkan tiga gerbang tol pada ruas tersebut, yakni Gerbang Tol Pijoan, Gerbang Tol Muaro Sebapo dan Gerbang Tol Bayung Lencir.
Ketiga gerbang dilengkapi fasilitas transaksi berupa gardu masuk dan keluar, gardu reversible serta mobile reader. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mengantisipasi antrean dan menjaga kelancaran transaksi ketika tarif mulai diterapkan.
“Kami memastikan seluruh aspek pelayanan, mulai dari transaksi di gerbang tol, kesiapan armada layanan, hingga sistem pemantauan lalu lintas terus kami optimalkan agar pengguna jalan memperoleh perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya.
Dukungan operasional juga diperkuat dengan 22 kendaraan layanan. Armada tersebut mencakup kendaraan patroli, rescue, ambulans, derek, keamanan dan ketertiban, PJR, skylift hingga water tank.
Selain itu, pengawasan lalu lintas didukung 104 kamera CCTV dan enam Variable Message Sign (VMS). Fasilitas tersebut digunakan untuk memantau kondisi ruas tol sekaligus memberikan informasi kepada pengguna jalan.
Manfaat terbesar ruas tol ini terasa dari pemangkasan waktu perjalanan. Jalur yang sebelumnya membutuhkan sekitar dua jam kini dapat dilalui hanya sekitar 40 menit.
“Pemangkasan waktu hingga sekitar 80 menit tersebut bukan hanya berdampak bagi mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mempercepat pergerakan barang antara Sumsel dan Jambi,” kata Iwan.
Dengan akan diberlakukannya tarif, Hutama Karya memastikan seluruh fasilitas dan layanan pada ruas Bayung Lencir-Simpang Ness terus dioptimalkan agar pengguna jalan tetap mendapatkan perjalanan yang aman, nyaman dan lancar.[THQ]

