RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pengembangan komoditas bawang putih sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada dan kemandirian pangan nasional.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan dan dilaksanakan dengan melibatkan jajaran Polri serta kelompok tani.
Persiapan lahan di kawasan Perkantoran Pemkot Pagar Alam, Gunung Gare, ditinjau langsung Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah bersama Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro, Sekda, sejumlah kepala OPD, serta kelompok tani.
Ludi mengatakan Pagar Alam menjadi salah satu daerah yang mendapat tugas mendukung program pengembangan bawang putih.
Penanaman perdana program tersebut dijadwalkan berlangsung secara serentak di berbagai daerah di Indonesia mulai 19 Agustus 2026.
“Kota Pagar Alam melakukan penanaman bawang putih yang merupakan bagian dari Asta Cita Bapak Presiden melalui Polri. Tanggal 19 nanti kita akan melakukan penanaman perdana se-Indonesia. Pagar Alam menjadi salah satu daerah yang mendapat tugas untuk mendukung program ketahanan pangan ini,” ujar Ludi, Senin (24/8/2026).
Ludi optimistis budidaya bawang putih dapat menjadi peluang baru bagi masyarakat, khususnya petani. Kondisi geografis Pagar Alam yang berada di wilayah dataran tinggi dinilai menjadi salah satu keunggulan untuk mengembangkan komoditas tersebut.
“Bawang putih merupakan kebutuhan yang sangat mendasar di Indonesia. Kita memiliki banyak keuntungan, yang pertama adalah ketinggian. Secara geografis kita sangat cocok untuk menanam bawang putih,” jelasnya.
Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan bawang putih diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Petani nantinya akan terlibat langsung dalam proses pengelolaan lahan.
Menurut Ludi, produktivitas bawang putih juga cukup menjanjikan apabila dibudidayakan dengan pengelolaan yang baik.
Ia mencontohkan, satu hektare lahan dengan penggunaan sekitar satu ton bibit berpotensi menghasilkan hingga 15 ton bawang putih.
“Kalau kita tanam satu hektare dengan modal satu ton bibit, dengan pengelolaan yang baik bisa menghasilkan sekitar 15 ton. Ini merupakan peluang ekonomi yang besar,” ungkapnya.
Pada tahap awal, Pemkot Pagar Alam menargetkan pengembangan bawang putih dilakukan di lahan sedikitnya 10 hektare.
Pengelolaan lahan akan melibatkan kelompok tani sebagai pihak yang menggarap dan membudidayakan tanaman. Sementara itu, Pemkot Pagar Alam bersama Polres Pagar Alam akan memberikan pembinaan serta pendampingan.
“Minimal lahannya 10 hektare dan yang menggarap dan mengelola adalah petani. Pemerintah Kota bersama Polres Pagar Alam menjadi pembina. Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan ini nantinya menghasilkan yang lebih baik,” pungkasnya. (TFK)

