Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Lalai Tinggalkan Bara Api, Kebun Kopi Warga Lahat Terbakar
Regional

Lalai Tinggalkan Bara Api, Kebun Kopi Warga Lahat Terbakar

alwiBy alwi27/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
personel Polsek Jarai menindaklanjuti titik panas atau hotspot yang terdeteksi. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kelalaian meninggalkan bara api di sebuah dangau hampir membawa petaka bagi perkebunan kopi warga di Desa Mangun Sari, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (23/8/2026) itu menghanguskan sekitar setengah hektare lahan perkebunan. Tak hanya vegetasi, sekitar 1.000 batang tanaman kopi yang tengah siap panen turut terdampak.

Baca juga :   Pohon Tumbang di Lahat Tutup Akses Jalan, BPBD Gerak Cepat Atasi Hambatan

Peristiwa tersebut diketahui setelah personel Polsek Jarai menindaklanjuti titik panas atau hotspot yang terdeteksi satelit sekitar pukul 14.09 WIB. Saat melakukan pengecekan, petugas menemukan kepulan asap dari kawasan perkebunan kopi warga.

Lokasi kebakaran berada di wilayah perbukitan. Dari hasil pemeriksaan dan pengumpulan bahan keterangan, polisi mendapati lahan yang terbakar merupakan kebun milik Marta Dinata.

Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto melalui Kasat Reskrim AKP M Ridho Pradani, mengatakan kebakaran diduga berawal dari aktivitas Marta yang memasak air di sebuah dangau di dalam kebun.

Baca juga :   Guru Jadi Penjaga Identitas Daerah, Unsri Dorong Transformasi Pembelajaran Sejarah Lokal ke Era Digital

“Api diduga bermula ketika Marta memasak air di sebuah dangau atau pondok yang berada di kawasan kebunnya,” ujar Ridho, Selasa (25/8/2026).

Saat memasak, Marta disebut meninggalkan dangau untuk melakukan penyemprotan di area kebun. Bara api yang belum sepenuhnya padam kemudian tertiup angin.

Kondisi cuaca yang panas dan vegetasi yang mudah terbakar membuat bara tersebut menyulut material di sekitarnya hingga api merambat ke area perkebunan.

Baca juga :   Satu Jemaah Haji Embarkasi Palembang Wafat di Arab Saudi

Marta yang mengetahui kebakaran tersebut sempat berupaya memadamkan api. Upaya tersebut kemudian dibantu personel Polsek Jarai bersama masyarakat setempat hingga api berhasil dikendalikan dan tidak merambat ke perkebunan lainnya.

Akibat kejadian itu, Marta tidak hanya kehilangan sebagian lahan perkebunan. Tanaman kopi yang selama ini dirawat dan telah memasuki masa siap panen juga ikut terbakar.

Polisi mencatat sekitar 1.000 batang tanaman kopi terdampak dalam peristiwa tersebut. Kerugian ini menjadi beban bagi pemilik kebun karena tanaman yang seharusnya segera menghasilkan pendapatan justru rusak akibat kebakaran.

Baca juga :   Besok, Ribuan Driver Ojol Palembang Off-Bid dan Gelar Aksi Damai


Atas kejadian tersebut, kepolisian memberikan teguran keras kepada Marta agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api, khususnya di kawasan perkebunan yang memiliki vegetasi mudah terbakar.

Polisi mengingatkan bahwa sumber api sekecil apa pun berpotensi memicu kebakaran besar apabila ditinggalkan tanpa pengawasan, terlebih saat cuaca panas dan angin bertiup cukup kencang.

Meski demikian, dalam penanganan kasus tersebut polisi memilih pendekatan humanis dengan tetap mempertimbangkan fakta dan kondisi yang terjadi di lapangan.

Baca juga :   Dari Debu hingga Jembatan Ambruk: Bisnis Batubara Pejabat Disorot, Beranikah Bupati dan Aparat Bertindak Tegas?

Kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap Marta karena berdasarkan hasil pemeriksaan, kebakaran tersebut diduga terjadi akibat kelalaian dan bukan karena kesengajaan. Di sisi lain, Marta sendiri justru menjadi pihak yang mengalami kerugian akibat kebakaran.

“Pemilik kebun berjanji, serta dari pihak desa dan masyarakat juga memaafkan tindakannya. Sehingga tidak kami lakukan penahanan, lantaran tindakannya tidak disengaja dan justru mengalami kerugian berupa kebun kopi yang hangus terbakar,” jelas Ridho.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Marta kemudian membuat surat pernyataan. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan maupun kelalaian yang berpotensi menyebabkan kebakaran lahan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Baca juga :   Penumpang Hamil Melahirkan di Dalam KRL, Bayi Lahir Selamat

Dalam pernyataan tersebut, Marta juga menyatakan siap diproses sesuai ketentuan hukum apabila kembali melakukan tindakan yang menyebabkan kebakaran lahan miliknya maupun milik orang lain.

Kanit Pidsus Polres Lahat Iptu Achmad Syarif mengatakan, kejadian di Desa Mangun Sari menjadi pengingat bahwa bara api yang terlihat sepele dapat berubah menjadi ancaman serius.

Terlebih, kondisi kebun yang kering, cuaca panas dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.

Baca juga :   Janji Penuhi Tuntutan Warga, Akses Jalan Tambang PTBA Kembali Dibuka Massa

“Jangan meninggalkan api atau sumber bara dalam kondisi apa pun. Setiap aktivitas yang menggunakan api harus diawasi dan dipastikan benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” imbau Achmad.

Polisi juga mengajak para petani dan pemilik kebun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Pencegahan dinilai jauh lebih penting karena api yang tidak terkendali dapat merembet ke lahan lain dan menimbulkan kerugian lebih besar. (KPB)

Bara Api Kebun Kopi Lahat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBanjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, Berawal dari Longsoran dan Runtuhan Gletser Himalaya
Next Article Komdigi Panggil Meta soal Suspend Massal WhatsApp, Akun Aktivis Pati Ikut Terdampak
alwi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,992 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,863 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,835 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?