RELUNG.ID – Pemerintah mendorong transformasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) agar tidak lagi dipandang sebatas pelengkap dalam kegiatan pemerintahan.
Dengan jumlah personel mencapai lebih dari 1,2 juta orang, Satlinmas dinilai memiliki potensi besar menjadi kekuatan sosial dan kewilayahan yang berperan langsung dalam menjaga keamanan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ahmad Wiyagus saat mengukuhkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) Indonesia.
Pengukuhan tersebut berlangsung dalam rangkaian Apel Akbar Satlinmas Indonesia di Lapangan Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 3.000 anggota Satlinmas dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam amanatnya, Ahmad Wiyagus mengatakan Satlinmas merupakan bagian dari urusan pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan dasar.
Keberadaannya memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Saat ini, jumlah personel Satlinmas di Indonesia mencapai 1.258.758 orang yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Menurut Ahmad, jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi Satlinmas sebagai kekuatan sosial yang berada paling dekat dengan masyarakat, bahkan hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Satlinmas tidak boleh dipandang hanya sebagai pelengkap kegiatan pemerintahan. Satlinmas adalah bagian dari kekuatan masyarakat yang perlu dibina, diberdayakan, dan ditingkatkan kapasitasnya,” tegas Ahmad.
Ia menjelaskan, posisi Satlinmas yang berada langsung di tengah masyarakat membuat anggotanya memiliki kemampuan untuk mengetahui berbagai persoalan di lingkungan secara lebih cepat.
Kedekatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah serta menyampaikan informasi terkait kondisi lingkungan kepada pihak-pihak yang berwenang.
Selain meningkatkan kapasitas personel, pemerintah juga mendorong optimalisasi sistem keamanan lingkungan melalui pos keamanan lingkungan atau pos kamling.
Saat ini tercatat terdapat 75.288 desa, 8.496 kelurahan, dan 469.076 pos kamling di seluruh Indonesia.
Keberadaan pos kamling dinilai dapat menjadi pusat kewaspadaan masyarakat sekaligus memperkuat kembali budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan.
Ahmad menyebut sedikitnya ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan Satlinmas.
Pertama, meningkatkan kapasitas dan profesionalisme anggota. Kedua, memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak. Ketiga, membangun kedekatan yang semakin kuat dengan masyarakat.
Satlinmas juga diharapkan mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, pemadam kebakaran, pemerintah desa dan kelurahan, serta unsur masyarakat lainnya sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri menilai pengukuhan DPP dan DPD ASLINMAS Indonesia menjadi langkah penting dalam memperkuat kelembagaan Satlinmas di tingkat nasional.
Ia berharap ASLINMAS tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya anggota Satlinmas, tetapi juga mampu menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas, bertukar pengalaman, mengembangkan inovasi, serta memperkuat solidaritas antaranggota.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa memberikan apresiasi atas pelaksanaan Apel Akbar Satlinmas yang dirangkaikan dengan deklarasi, pelantikan, dan pengukuhan DPP serta DPD ASLINMAS Indonesia.
Menurut Ratu Dewa, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran Satlinmas dalam membantu pemerintah menjaga ketenteraman, ketertiban, dan keamanan di lingkungan masyarakat.
“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kegiatan ini. Satlinmas memiliki peran strategis di tengah masyarakat, terutama dalam membantu pemerintah menjaga ketenteraman dan ketertiban lingkungan,” ujar Ratu Dewa.
Ia berharap keberadaan ASLINMAS dapat memperkuat koordinasi antara Satlinmas dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat.
“Kita ingin Satlinmas semakin profesional, solid, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga,” katanya.
Ratu Dewa juga mengaitkan momentum tersebut dengan semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong.
“Mari jadikan momentum ini untuk meningkatkan semangat pengabdian, menjaga persatuan, dan bersama-sama menciptakan Kota Palembang yang aman, tertib, dan nyaman,” pungkasnya. (DSK)

