RELUNG.ID – Sebanyak 826 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) hingga Senin (7/9/2026) pagi.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara, dengan enam daerah di Sumsel masuk kategori tidak sehat.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan data tersebut berdasarkan pembaruan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam laporan perkembangan karhutla Sumsel per 7 September 2026 pukul 05.00 WIB.
“Terpantau 826 titik panas di wilayah Sumsel berdasarkan pembaruan data pada 7 September 2026 pukul 05.00 WIB,” kata Sudirman, Senin (7/9/2026).
Banyuasin menjadi wilayah dengan sebaran hotspot terbanyak, yakni mencapai 209 titik. Selanjutnya Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 185 titik dan Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 153 titik.
Daerah lainnya yang terdeteksi memiliki hotspot yakni Muara Enim 74 titik, Musi Rawas 66 titik, Musi Rawas Utara 30 titik, Ogan Ilir 23 titik, Prabumulih 22 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) 21 titik, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 11 titik, Lahat 7 titik, Lubuklinggau 4 titik, serta Ogan Komering Ulu Selatan 2 titik.
Sementara itu, Kabupaten Empat Lawang tidak tercatat memiliki titik panas berdasarkan data tersebut.
Masih tingginya sebaran hotspot juga beriringan dengan memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) DLHP Sumsel pada Senin pukul 06.00 WIB, terdapat enam daerah yang masuk kategori tidak sehat.
PALI menjadi wilayah dengan nilai ISPU tertinggi, yakni mencapai 182 dengan konsentrasi partikulat PM2,5 sebesar 182 µg/m³.
Selanjutnya Musi Rawas mencatat ISPU 128, Palembang 122, Ogan Ilir 117, Musi Banyuasin 113, dan Prabumulih 108. Keenam daerah tersebut berada dalam kategori udara tidak sehat.
Sementara itu, Ogan Komering Ulu Selatan masih berada dalam kategori baik dengan ISPU 33. Adapun Muara Enim dan Lahat masing-masing berada dalam kategori sedang dengan nilai ISPU 63 dan 99.
Sudirman mengatakan kondisi kualitas udara menjadi salah satu dampak yang harus mendapat perhatian di tengah masih tingginya titik panas di sejumlah wilayah Sumsel.
“Penanganan terus dilakukan, baik melalui patroli, pemadaman darat maupun operasi udara dan water bombing di wilayah yang membutuhkan,” tutupnya. (DSK)

